Harry Potter....Siapa yang
tidak mengenal aksinya
dalam novel yang ditulis
oleh JK. Rowling
ini. Ceritanya menggambarkan kehidupan seorang anak yatim piatu yang beranjak remaja dan bukan hanya pendewasaan usia yang ia dapatkan, melainkan pendewasaan kepribadian, kemandirian, keberanian, persahabatan, dll. Tidaklah heran kalau novel ini disukai oleh semua kalangan. Dalam bukunya yang
pertama, JK. Rowling mencoba menggambarkan kehidupan Harry yang untuk pertama kalinya mengetahui siapa dirinya sebenarnya, dan untuk pertama kalinya juga dia memperoleh teman dalamhidupnya serta mengetahui siapa musuhnya yang sebenarnya yang
telah membunuh kedua orangtuanya. Dalam bukunya yang kedua diceritakan tentang perjalanan Harry menuju sebuah kamar rahasia di Hogwart untuk menyelamatkan adik temannya Ron yaitu Giny dari tangan Basilisk yang dikeluarkan oleh Voldemort dalam sosoknya yang masih muda. Dalam bukunya yang no tiga, Harry dikejutkan oleh pertemuan pertama kalinya dengan ayah baptisnya Sirius dan dikejutkan pula dengan kenyataan yang
harus diterimanya bahwa wormtaillah yang selama ini menjadi tikusnya Ron yang menghianati kedua orangtuanya. Dalam bukunya no empat, Hal luar biasa terjadi pada diri Harry, untuk kesekian kalinya ia harus berhadapan dengan voldemort, namun kali ini ia menghadapi voldemort yang telah bangkit kembali. Serta ia harus menyaksikan kematian temannya cedric di depan matanya sendiri oleh Voldemort. Pada bukunya yang no lima, Harry dipersulit oleh kementrian sihir yang menganggapnya gila karena mengatakan kebangkitan voldemort, sampai - sampai ia harus mengambil bola kristal dikementrian sihir yang isinya mengatakan bahwa "harus ada yang mati diantara mereka" dan dia juga harus melihat kematiaan sirius. Terjadi pertempuran hebat di kementrian sihir antara Voldemort dengan Dambledore yang pada akhirnya pihak kementrian sihir mau tidak mau harus mengakui bahwa Voldemort telah bangkit kembali. Dalam bukunya yang keenam hal luar biasa terjadi pada diri Harry, dimana Dambledore yang merupakan orang terdekat dengannya harus mati dihadapannya. Dan sayangnya bukunya yang ketujuh belum ada terjemahan bahasa Indonesianya. Dalam cerita Harry Potter ini JK. Rowling secara tidak langsung menyatakan bahwa yang akan membantu kita bukanlah sodara kita, melainkan teman - teman kita. Cerita Harry Potter ini tidak hanya berhasil dalam dunia tulisan, tetapi telah berhasil pula dalam dunia perfilman layar lebar. Namun sayangnya target audience film ini adalah mereka - meraka yang sudah membaca bukunya, karena banyak sekali cuplikan - cuplikan yang telah dipotong, sehingga kalau mereka belum membaca bukunya akan membuat mereka tidak mengerti alur ceritanya.
Resensi lain tentang Harry Potter