Halaman Utama Shvoong > Buku > Novel > Balzac dan Penjahit Cilik dari Cina

.

Balzac dan Penjahit Cilik dari Cina

Summary rating: 5 stars 5 Tinjauan
Pengarang : Dai Sijie
Review by : FreeWilly
Kunjungan: 223
kata: 900
Diterbitkan di: September 03, 2007
Siapakah
Balzac? Ia adalah sastrawan besar Prancis yang hidup antara 1799-1850.
Bernama lengkap Honore de Balzac. Lahir di Tours, Prancis, dan pada
1819 kepada keluarganya, mengumumkan niatnya untuk berkarier sebagai
penulis setelah sebelumnya bekerja di sebuah kantor pengacara. Di awal
kariernya, sempat menggunakan nama samaran. Di antara karya-karya
terbaiknya, terdapatlah novel berjudul La Pere Goriot (1835) dan Ursule
Mirouet (1841).Lantas, apa hubungannya Balzac dengan penjahit
cilik dari Cina? Ceritanya ada di novel karya Dai Sijie : Balzac dan Si
Penjahit Cilik dari Cina.Itu terjadi di sebuah dusun terpencil
di daratan Cina, tersembunyi di kaki Gunung Burung Hong dari Langit.
Sangat sulit mencapai daerah itu. Kendaraan tak bisa sampai ke sana,
sebab hanya ada jalan setapak sempit dan curam. Boleh dibilang, di sana
tak ada peradaban, miskin, terisolir. Suatu tempat yang mungkin tak
tertulis di peta bumi, di mana biola dilihat sebagai barang aneh.
Sampai datang dua orang pemuda belia dari kota untuk menjalani apa yang
disebut oleh Ketua Mao sebagai "pendidikan ulang" di masa-masa Revolusi
Kebudayaan.Pendidikan ulang merupakan salah satu program yang
dicanangkan Mao demi menyukseskan ambisi gilanya, revolusi kebudayaan,
yaitu dengan cara mengirimkan para pemuda-pemudi ke desa-desa untuk
"belajar" bagaimana caranya menjadi proletar sejati kepada para petani.Para pemuda tersebut, diwajibkan tinggal dan melakukan
pekerjaan sehari-hari bersama para penduduk desa di mana mereka
ditempatkan : menanam padi, membajak sawah, memikul air, memanen hasil,
membelah kayu bakar...Pokoknya semua hal yang dilakukan petani, harus
dikerjakan.Ke Gunung Burung Hong itulah, pada 1971 "Aku" dan
sahabatnya, Luo, melaksanakan perintah Ketua Mao. Kedua orang sahabat
ini lulusan sekolah menengah tingkat rendah (mungkin setaraf SMP).
Orang tua kedua anak muda itu sama-sama dokter. Yang satu dokter
spesialis paru-paru, sedangkan yang lainnya dokter gigi. Para dokter
itu, sebagai golongan intelektual, sejak Mao berkuasa dicap sebagai
"musuh rakyat". Mao Zedong dikenal sebagai tiran yang sangat membenci
kaum intelek. Setidaknya, begitu kesimpulan kedua tokoh dalam buku ini.Seperti
laiknya terjadi di belahan dunia mana pun, seorang pemuda selalu
mengetahui berita perihal gadis cantik. Atau sebaliknya, keberadaan
seorang gadis cantik tak pernah dapat disembunyikan dari mata dan
telinga para pemuda. Nun, di desa tetangga (masih dalam
distrik yang sama) tersiarlah kabar tentang seorang gadis mungil cantik
putri tunggal seorang penjahit, satu-satunya penjahit di distrik
tersebut. Setiap kali sang ayah melakukan perjalanan keliling ke
desa-desa sekitar, sang putri ditinggal seorang diri selama
berhari-hari. Pada saat-saat seperti itu, kumbang-kumbang desa
berdatangan menyatroni bunga jelita. Tak terkecuali kedua sahabat setia
: aku dan Luo.Tak butuh waktu lama, ketiganya kemudian
menjadi sahabat, bahkan kelak Luo berhasil memacari si gadis polos
yang, menurut Luo, "tidak cukup beradab" sampai kemudian Luo
memperkenalkan (novel-novel) Balzac kepadanya.Luo memperoleh
novel-novel Balzac itu, La Pere Goriot dan Ursule Mirouet, dengan cara
mencurinya dari Si Mata Empat, pemuda yang juga ikut dididik ulang.
Saat itu, ketahuan memiliki novel-novel barat sama saja dengan
kejahatan. Namun, Si Mata Empat, entah bagaimana caranya, berhasil
menyelamatkan 'harta karun' tersebut dan membawanya dalam koper kulit
ke desa tempat ia dididik ulang sebelum akhirnya dicuri Luo.Sebenarnya
tak terlalu mengherankan Si Mata Empat bisa memiliki novel-novel barat
karya Balzac, Flaubert, Gogol, dan Romain Rolland, mengingat ayah
ibunya adalah penyair.Maka, berpestalah kedua anak muda yang
haus bacaan itu. Bersama Balzac dan kawan-kawan, mereka menerbangkan
imajinasi, berkelana ke kota-kota dunia, menembus batas ruang dan
waktu, menjelajah negeri-negeri jauh lewat tokoh novel-novel tersebut.
Mereka mabuk, laikseorang pengembara yang kehausan tiba-tiba
mendapatkan air bening setelaga. Ingin rasanya mereguk seluruh isi
telaga bening itu. Tak lupa, mereka membaginya dengan si Penjahit Cilik
tanpa pernah sedikit pun menduga akibatnya.Demikian,
dipaparkan dengan bagus sekali oleh Dai Sijie, seorang sineas yang
pernah mengalami sendiri "pendidikan ulang" selama 3 tahun (1971-1974).
Pada 1984, ia hijrah dari Cina ke Prancis. Balzac dan si Penjahit Cilik
dari Cina ini adalah novel debutannya yang diterbitkan di Prancis pada
tahun 2000.Meski mengambil latar belakang revolusi
kebudayaan, namun tidak lalu menjadikan novel ini sebuah kisah yang
suram seperti Wild Swans (GPU, 2005), misalnya. Kedua tokoh utamanya
selalu berusaha gembira dan optimis menghadapi situasi sesulit apa pun.
Dai Sijie mengemas ceritanya dalam humor (satire) yang segar tanpa
bermaksud menghilangkan bukti dan fakta tentang kebiadaban rezim
komunis di bawah Mao.Mao boleh saja mengekang kebebasan
fisik mereka dengan kerja paksa yang melelahkan sepanjang hari selama
bertahun-tahun. Ia dan Tentara Merahnya boleh saja melarang anak-anak
muda itu untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Tetapi, ia
tidak bisa menyuruh mereka berhenti berpikir dan berimajinasi. Pikiran
itu seperti magma gunung berapi : terus bergolak hingga suatu hari
memerdekakan diri dengan berbagai cara : membaca buku, menulis, main
musik, puisi, teater, film....Novel ini membuktikan betapa
buku (sastra) memiliki kekuatan dahsyat membuka pikiran, mengubah
pandangan, memperluas wawasan seseorang. Bahkan seorang "tak beradab"
seperti si Penjahit Cilik sekali pun mendapatkan kekuatan dan keyakinan
menentukan jalan hidupnya setelah dibacakan (novel) Balzac.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.