Kisah
cinta dalam
novel ini bisa dibilang unik, karena ‘melibatkan’ para Dewa-Dewi
dari zaman Mesopotamia sekitar 7000
tahun sebelum Masehi, sampai dua
anak muda di Jakarta tahun 2000 setelah Masehi.Alkisah, Dewa
Anu dan Dewi Antu mempunyai anak-anak yang disebut Utukki. 7 Utukki
berjenis kelamin laki-laki dan berwajah sangat menyeramkan sehingga
disebut monster. Tapi, Utukki ke 8, berjenis kelamin perempuan dan
sangat cantik, dan diberi nama Nannia.Nannia bersahabat
dengan seorang anak laki-laki, bernama Enka. Lama-lama, mereka saling jatuh
cinta. Tapi, hubungan mereka tentu saja tidak diperbolehkan oleh para
Dewa-Dewi di Dunia Atas-Langit.Konflik tidak berhenti sampai di
situ saja. Ternyata ada Dewi lain yang jatuh cinta dengan Enka, yaitu
Dewi Ishtar, Dewi Cinta dan Perang. Ironis banget, Dewi yang bertugas
menebar cinta dan kasih sayang, malah berusaha memisahkan orang yang
saling menyayangi dan menebar kebencian karena cinta yang tidak
kesampaian.Dan dendam itu masih terus terbawa hingga tahun 2000
sesudah Masehi, ketika Thomas bertemu dengan Celia. Thomas yang pemalu
secara tidak sengaja berkenalan dengan Celia. Tapi, tiba-tiba saja,
Celia menghilang di depan matanya. Thomas yang punya ‘kelebihan’ bisa
berbicara dengan Celia melalui batinnya.Celia ternyata
‘diculik’ oleh Dewi Ishtar, dan dibawa ke Dunia Atas-Langit. Demi
membalaskan dendamnya, Dewi Ishtar ingin memisahkan Celia dan Thomas.
Tapi, kenapa harus Celia dan Thomas?Untuk bertemu dengan Thomas
kembali, Celia harus menunggu 10 tahun lagi, dan itu pun, masih ada
bahaya yang akan menanti. Dibantu Dewa Ea, Dewa Kebijaksanaan, Celia
berusaha melarikan diri dari Dunia Atas-Langit, dan kembali ke Bumi.Cerita
berkembang dengan tidak terduga. ‘Pertempuran’ antara manusia dan
Dewa-Dewi mewarnai novel ini. Banyak kejutan yang membuat novel ini
jadi menarik.
Resensi lain tentang Kisah Cinta Unik Dewa Dewi