Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Novel & Novela>Lingkar Tanah Lingkar Air

Lingkar Tanah Lingkar Air

oleh: Senjakala     Pengarang : Ahmad Tohari
ª
 
Lingkar Tanah Lingkar Air

Lingkar Tanah Lingkar Air adalah sebuah novel sejarah besutan sastrawan kondang, Ahmad Tohari. Novel yang pernah diterbitkan oleh penerbit di Purwokerto dan kemudian diterbitkan ulang oleh LkiS Yogyakarta ini menceritakan salah satu kisah sejarah tentara NII (Negara Islam Indonesia). Sebenarnya, novel yang mengambil sudut pandang orang pertama tunggal sebagai pencerita di sini begitu seimbang. Pertautan antara Tentara dengan ideologi Komunis, Islam dan Republik. Si penutur, sebagai warga negara Indonesia dan mencintai republiknya mendapatkan fatwa dari tokoh agama setempat (Hadratus Syaikh) untuk bahu-membahu jihad melawan penjajah Belanda. Hal itu juga kian kukuh dengan ucapan Kiai Ngumar, orang yang dihormati di kampungnya. Tapi entah apa, tanpa kabar berita, yang ketika itu si penutur bersama beberapa kawannya yang tergabung dalam divisi Hizbullah saat akan memulai perjalanan bergabung dengan tentara republik di Purworejo, saat hampir sampai di Kebumen, tiba-tiba ditembaki ketika masih dalam kereta. Merekapun mundur dan merasa bahwa mereka telah dikhianati Republik. Meskipun mereka sebenarnya tidak tahu pasti siapa tentara yang telah menembaki mereka. Pihak Republik atau pihak Komunis.

Amid (penutur), Jun dan Kirman sebagai bagian dari tentara Hizbullah yang merasa dikhianati akhirnya harus pontang-panting lari masuk keluar hutan. Ditambah lagi, di luar hutan dan di perkotaan tersebar kabar bahwa Kartosuwirjo telah dituduh pengkhianat karena memimpin Tentara Islam Indonesia (TII) untuk membentuk Negara Islam Indonesia. Mereka, yang sebenarnya tidak tahu apa-apa dan telah merasa dikhianati akhirnya membulatkan tekad untuk bergabung sekalian dengan TII yang sesuai dengan ideologi Islam yang mereka anut.

Selama mereka didalam hutan dan menjadi wong alasan (orang hutan), mereka harus bertahan hidup dalam kondisi represif. Mereka dituduh sebagai pemberontak, diburu oleh tentara Republik sekaligus oleh tentara Komunis. Mereka juga dituduh sebagai pemberontak yang telah merampas kampung-kampung dekat dengan hutan meskipun sebenarnya mereka tidak melakukannya. Dalam novel ini, meski tidak secara tersurat disebutkan bahwa pihak tentara Komunis yang sebenarnya melakukan perampokan dan perampasan di kampung-kampung dekat hutan dan mencatut serta mengatas namakan TII, tapi kalimat-kalimat yang dibangun Ahmad Tohari merujuk kesana. Stigmatisasi yang ingin dibangun oleh tentara Komunis adalah agar warga dan penduduk kampung lain percaya dan semakin membenci serta mengkuhkan bahwa TII itu adalah pemberontak.

Kisah dalam novel Lingkar Tanah Lingkar Air ini tragis. Dengan pilihan menciptakan sad ending semakin membuat novel ini impresif. Kisah bertabur airmata dibangun untuk mencoba menggambarkan bahwa tiga belah pihak (TII, Republik, Komunis) sebenarnya sama-sama memiliki kesalahan. Meski begitu, secara tersirat, kesalahan lebih menjurus pada pihak Komunis. Detail pengarang dalam membangun kalimat-kalimat dengan paparan daerah-daerah terpencil dan hutan-hutan begitu memukau.

Lebih menariknya novel ini adalah ketegangan-ketegangan yang terus disusun dan diciptakan dalam tiap plot yang mengalir. Permasalahan yang dipaparkan dan sumber masalah yang tidak tahu dimana ujung pangkalnya, kesengsaraan Amid, Jun dan Kirman ditengah belantara hutan, dan istri Amid yang harus dilarikan ke hutan dan melahirkan disana membuat cerita sedikit berbumbu roman-melankolia. Meski akhirnya tokoh-tokoh utama (Amid, Jun dan Kirman) harus menghadapi takdir kefanaan (mati) dengan mengucap kalimat tauhid, tapi Lingkar Tanah Lingkar Air menegaskan bahwa (mereka para TII yang tidak tahu seluk-beluk TII) apa yang mereka yakini dan perjuangkan sebenanya adalah murni untuk bangsa sebagai bukti pengamalan ajaran agama.

Diterbitkan di: 06 Agustus, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.