Waktu melihat sampul buku yang
berwarna merah muda dan kuning senja, saya mengira kejadian cerita
ada di pantai Cina. Mungkin dengan satu gubuk di tempat sepi kala
mereka terdampar. Ternyata tidak. Kejadiannya di Odessa, sebuah kota
di Ukrania.
Zhao Mei adalah gadis dari keluarga menengah. Karena tidak
mempunyai cukup uang untuk belajar piano, dia memutuskan untuk
belajar dengan biaya murah di Odessa, Ukrania. Untuk menghemat
pengeluaran selama di Ukrania, Zhao Mei menumpang di apartemen
sahabatnya, Peng Wei Wei. Di Ukrania, Peng Wei Wei berpacaran dengan
seorang kriminal bernama Sun Jiayu, seorang penyeludup.
Sifat Pen Wei Wei yang kasar, menyebabkan hubungannya dengan Sun
Jiayu retak. Mereka putus. Tanpa dinyana, gara-gara sebuah kecupan,
Zhao Mei jatuh cinta kepada Sun Jiayu. Bahkan menyerahkan
kegadisannya. Peng Wei Wei yang mengetahui hal ini menjadi marah
kepada Zhao Mei dan mengeluarkan ancaman, suatu saat akan
menghancurkan Sun Jiayu.
Peng Wei Wei menjalin hubungan dengan gangster, musuh Sun Jiayu.
Gara-gara omongan ceroboh dari Zhao Mei, Peng Wei Wei mengetahui
letak gudang ilegal Sun Jiayu. Ia melaporkannya pada kepolisian
Ukrania. Sun Jiayu kalang kabut. Jika barang di gudangnya disita,
maka penghasilannya akan tamat.
Cerita dengan latar belakang Cina, memang bukan yang pertama kali
saya baca, tetapi tetap saja saya merasa ada beberapa kesulitan.
Kesulitan pertama adalah: tidak bisa membedakan jenis kelamin tokoh
berdasarkan nama. Ketika pertama kali melihat nama tokoh Zhao Mei,
Peng Weiwei, atau Sun Jiayu, saya mencoba menebak, pria atau wanita.
Kedua lagi-lagi karena nama, agak sulit membedakan (juga karena tidak
ingat), nama teman Sun Jiayu yang baik: Lao Qian atau Qiu Wei?
Meskipun bercerita tentang cinta, namun novel ini tidak melulu
bertutur cinta. Ini disebabkan latar belakang Sun Jiayu sebagai
pengusaha ilegal, dengan mengusahakan bebas pajak bagi pengusaha
menjadi latar belakang cerita. Dengan diselingi masalah-masalah yang
dihadapi Sun Jiayu dalam menyelesaikan masalah dengan pemerintah
Ukrania dan perang antar geng Cina di wilayah Odessa, novel ini
banyak memapaparkan adegan-adegan romantis juga sedikit aksi.
Saya tidak suka cerita dengan akhir tragis, tetapi terjadi di
akhir novel. Sang cowok, Sun Jiayu meninggal karena kanker, sementara
Zhao Mei terus melanjutkan cita-citanya belajar piano pada sekolah
piano terkenal di Austria. Akhir yang menyejukkan hati saya, setelah
membaca cerita sedih, terjadi karena di akhir novel, penulis menulis
puisi Pushkin: Namaku