Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Novel & Novela>Resensi Buku Sepatu Dahlan

Resensi Buku Sepatu Dahlan

oleh: Daydie    
ª
 
Kisah Nyentrik Dari Menteri Unik

Masih ingat peristiwa lolosnya ratusan mobil di pintu tol Slipi? Masih ingat dibantingnya kursi pintu tol Slipi oleh seorang menteri? Masih ingat kah dengan ucapan seorang menteri bahwa 70% BUMN di Indonesia mendapatkan proyek lewat permainan uang atau sogok-menyogok? Ya, dibalik itu semua ada sosok seorang manusia bernama Dahlan Iskhan, pria kelahiran 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur, menteri BUMN. Sekilas aksi-aksi Dahlan tersebut sangat kontrovesial. Namun dibalik kekontroversialannya beliau selalu ada alasan untuk itu.

Dalam masa kepemimpinannya sebagai Menteri BUMN, Dahlan Iskhan terbilang agak nyleneh. Penampilan Dahlan Iskhan pun cukup sederhana dan nyentrik. Beliau sangat lengket dengan sepatu ket. Disaat menteri lain tampil dengan gaya necis dan sepatu mengkilap, Dahlan Iskhan justru sebaliknya.. Bahkan ketika dilantik oleh presiden untu menjadi menteri, beliau menggunakan sepatu ket. Ketika melaksanakan tugasnya sebagai menteri BUMN, Dahlan Iskhan tidak menggunakan protokoler. Tidak ada mobil dinas, tidak ada staf ahli, tidak ada pengawal pribadi. Begitulah Dahlan Iskhan memimpin dengan sederhana dan malah cenderung bersahaja.

Novel berjudul Sepatu Dahlan adalah episode pertama dari trilogi novel yang diinspirasi dari kehidupan Dahlan Iskhan. Melalui novel ini, Krisna Pabichara-selaku penulis-memaparkan kehidupan Dahlan kecil di kampung Kebondalem di Kabupaten Magetan

Membaca novel ini membuat saya selalu penasaran terhadap cerita dihalaman selanjutnya. Krisna Pabichara sukses membuat saya tidak bosan membuka lembar demi-demi lembar. Perpindahan antar bab mulus diceritakan. Namun ada bagian yang menurut saya terjadi missing link. Semisal antara bab 6 ke bab 7, dari membahas mengenai tim voli sekolahan berubah ke kehidupan Dahlan kecil .Sehingga saya agak susah mencerna bagian tersebut. Namun satu yang pasti, kita akan sepakat bahwa novel ini sangat inspiratif.

Kisah dalam novel ini sangat menginspirasi dalam menyelami kehidupan didunia ini. Fluktuasi hidup yang diibaratkan seperti roda yang berputar diceritakan secara tegas. Akan selalu ada perubahan untuk suatu hal yang selalu dapat diubah, asalkan kita mau mengubahnya. Tidak ada alasan untuk menyerah kepada suatu perubahan dengan tidak melakukan perubahan itu sendiri. Selain itu pula, didalam novel ini juga terdapat nilai bahwa sesuatu yang hidup pasti akan mengalami kematian. Dan sebagai manusia tidak bisa berlarut-larut dalam kesedihan itu. Harus ada kebangkitan setelah kesedihan itu.

Banyak kisah inspiratif yang muncul dan dapat dijadikan keteladanan dari novel ini. Kehidupan Dahlan kecil yang lekat dengan kemiskinan ternyata tidak bisa dijadikan alasan mengurangi makna arti dari hidup itu sediri. Miskin bukan berarti tidak bahagia. Melainkan hanya menjalankan kehidupan berbeda saja dari para orang kaya. Adanya prinsip “ojo kepingin sugih, lan ojo wedi mlarat”, Yang berarti, jangan berharap ingin menjadi kaya dan jangan takut hidup melarat, sukses membuat Dahlan kecil untuk tidak takut pada dunia.

Kegiatan nguli nyeset tebu, ngangon kambing, mencari ikan di kali menjadi bagian tak terpisahkan dari Dahlan kecil. Rutinitas yang timbul akibat kemiskinan dan kecerian masa kecil. Ditengah kekayaan alam yang ada di kampungnya, tidak serta merta menjadikan Dahlan kecil dan masyarakat sekitarnya hidup bergelimangan harta. Lebih tepatnya mereka hanya menjadi menjadi penonton dikeruknya kekayaan alam didaerahnya. Tidak jauh beda dengan Indonesia sekarang ini. Ditengah kekayaan alam yang melimpah-ruah, tidak serta merta menjadikan rakyat Indonesia bebas dari kemiskinan. Analogi yang cocok bukan?

Sekalipun hidup dalam kemiskinan, Dahlan kecil tidak diajarkan untuk menghalalkan segala cara demi mencapai keinginannya. Memegang teguh keimanan ditanamkan menjadi patokan yang penting dalam menjalani hidup ini. Dari novel ini kita bisa belajar bahwa dengan memegang teguh keimanan bisa menjalani hidup dengan tenang.

Perjuangan Dahlan kecil untuk menggapai impiannya untuk membeli sepeda dan sepatu patut dicontoh. Meskipun dalam prosesnya banyak halangan maupun rintangan tetapi Dahlan melewatinya dengan mulus. Kuncinya memegang teguh pada keimanan itu tadi. Dahlan mampun meraih impiannya dengan keringatnya sendiri. Semangat juang yang digambarkan dalam tokoh ini patut dan layak dijadikan teladan bagi para pembaca, terutama generasi muda. Itu lah nyentriknya dari kisah menteri unik ini, dan masih banyak lagi pelajaran-pelajaran hidup dari novel ini.

Novel ini sangat cocok bagi semua kalangan, terutama bagi yang ingin memahami fluktuasi kehidupan. Kita tentunya sepakat, bahwa kehidupan didunia ini tidak mungkin datar-datar saja. Selalu ada dinamika, permasalahan sekaligus solusi untuk memecahkannya. Setelah membaca novel ini saya sepertinya sudah tidak sabar lagi menanti edisi berikutnya yang berjudul Surat Dahlan dan Sepatu Dahlan. Selamat membaca.

Copied from :

Diterbitkan di: 04 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.