Hai temen-temen
kali ini saya ingin berbagi cerita pada kalian.
cerita ini sangat di gemari oleh anak-anak, orang dewasa, mau pun orang tua yaitu
Surat Kecil Untuk Tuhan,
nah..
inilah ceritanya.
Kisah nyata dari perjuangan gadis belia dalam menghadapi penyakit Rhabdomyosarcoma (Kanker Jaringan Lunak). Gita Sesa Wanda Cantika atau Keke seorang gadis remaja berusia 13 tahun
yang cukup beruntung, karena lahir dari keluarga yang sangat berada,
memiliki dua orang kakak laki-laki dan orang tua yang sangat
menyayanginya. Selain itu Keke juga di kelilingi 6 sahabat karib yang
selalu setia menemaninya dan hidupnya pun semakin lengkap dengan
kehadiran seorang kekasih yang juga begitu menyayanginya yaitu Andy. Semuanya tampak begitu sempurna, sampai kemudian kanker menghinggapinya
dan Keke adalah orang pertama di Indonesia yang terkena penyakit
tersebut.Dokter bilang: bila keke tidak melakukan operasi, maka hidup keke tidak
akan bertahan lama lebih dari 3 bulan. karena
penyakit itu tidak memiliki tanda-tanda apapun, keke juga mengalami
sakit mata yang diikuti dengan mimisan yang terjadi selama seminggu.
Kanker itu hanya seukuran kuku jariku dan bersarang di bagian pelipis
mataku, tapi operasi itu mengharuskan aku kehilangan sebagian wajah
kiri dan mataku.Gadis cantik itu pun berubah menjadi"monster" hingga terpaksa harus menjalani serangkaian kemotrapi dan radiasi
hampir setahun lamanya, akibatnya, semua,rambut Keke sedikit demi
sedikit mulai rontok, kulitnya mengering, dan sering mual-mual.penyakit itu membuat bagian wajah keke mulai membengkak sebesar bola tenis dan buta. Ketekunan Keke dan keluarganya membuahkan hasil. Keke dinyatakan sembuh dan bisa kembali menjalani aktifitas seperti sedia kala. setahun
kemudian, kanker itu kembali, lebih parah dan mematikan. Sadar tak
mungkin bertahan, tidak lantas membuatnya meyerah dan kalah. Walau demikian aku sungguh beruntung, sahabat-sahabatku, keluargaku dan
kekasihku selalu ada disampingku untuk memberikan dukungan tanpa henti. Tuhan mendengar doaku, disaat itulah aku mendapatkan sebuah mujizat,
seorang dokter menyelamatkanku dari penyakit itu disaat-saat terakhir
hidupku. aku sembuh dan kanker diwajahku menghilang secara ajaib.
Aku
merasakan kebaikan tuhan padaku dan melawan vonis kematian yang
dikatakan dokter padaku, aku pun berjanji padanya mulai saat itu untuk
bersyukur akan kehidupan yang ia berikan padaku. Usai penyakit itu
hilang dalam hidupku, Aku melewatkan hari-hariku dengan bahagia bersama
keluarga dan teman-temanku, aku menghabiskan waktuku dengan belajar
kitab suci dan mendekatkan diriku pada Tuhan. Hidup-hidupku pun berlalu
dengan bahagia walaupun pada akhirnya hal yang tak kuharapkan terjadi
lagi dalam hidupku ketika kanker itu kembali padaku, kini ia menyerang
wajah sebelah kananku.
Disaat aku mendapatkan vonis itu kembali,
aku tidak lagi takut dan aku tidak lagi marah kepada Tuhan. Aku
bersyukur padanya, ia memberikan aku kesempatan lebih lama di dunia ini
untuk dapat bersama sahabat, keluargaku dan kekasihku.Walau air mata
berjatuhan disampingku, aku berusaha untuk tegar dan mengatakan kepada
semua orang, kalau ujian dalam hidupku adalah tanda sayang Tuhan
kepadaku.
Dokter yang menyelamatkan hidupku pertama kalinya
menyerah, ia tidak sanggup lagi menyelamatkanku. Aku hanya tersenyum
dan berjanji untuk bertahan hidup hingga aku bisa melewatkan ujian
terakhirku di dunia ini agar bisa lulus di bangku SMP. Walau aku buta
dan lumpuh, aku berjanji pada Tuhan dan sahabat-sahabatku untuk lulus
dan memakai seragam SMA.
Sobat, hidup adalah anugerah yang indah.
Atas kebaikan Tuhan, aku mampu mengikuti ujian sekolah dengan kondisiku
yang semakin parah. Aku bersyukur karena bisa lulus dengan baik dan
sampai akhirnya mampu memakai seragam rok abu-abu bersama
sahabat-sahabatku walau hanya sehari disaat sebelum aku harus dilarikan
ke rumah sakit karena darah terus mengalir di hidungku.Kematianku
semakin dekat dan itu bisa kurasakan disaat hembusan nafasku semakin
berat.
Tapi aku tidak ingin pergi dari dunia ini tanpa menuliskan
suratku kepada Tuhan..surat yang telah membuatku hidup sebagai seorang
gadis yang berjuang untuk hidup dan ribuan anak-anak lain yang
mengalami penyakit kanker yang sama denganku.