Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Jatuh Cinta

oleh: LizAzdad     Pengarang : Jevo Jett
ª
 
Veryd adalah cowok yang duduk di akhir masa SMAnya. Jatuh cinta pada Sasa, cinta masa kecilnya. Sayangnya keduanya terpisahkan jarak, Veryd di Malang, Sasa di Jogja. Tetapi itu tidak menyurutkan langkah Veryd untuk mengejar cinta Sasa. Segala cara ditempuh, termasuk naik motor ke Jogja. As usual, ada halangan cinta mereka. Elvera, mantan pacar Veryd datang dan menggodanya. Sedang cowok itu ternyata cukup senang dengan kehadiran Elvera. Siapa yang akhirnya dipilih oleh cowok itu?

Cerita ini ringan, ceria, fresh, romantis dan sedikit nakal menggelitik. Tidak norak tetapi cukup konyol. Bisa dibilang "jatuh Cinta" adalah "jomblo" dan "Gege Mencari Cinta" versi remajanya. Khas cerita dari gagasmedia, komedi cinta. Tokoh utama sempat mengalami kebingungan afeksi antara dua perempuan yang sama-sama menyukainya dan menarik hatinya. hanya saja jika novel milik Adhitya Mulya tidak gampang ditebak endingnya, karya Jevo ini gampang ditebak endingnya. Sudah kebaca dari awal cerita, istilah kerennya. Happy ending, and everybody loves happy ending, right? So, sebagai novel komersil, ending "Jatuh Cinta" mempunyai selling point di sana.

Alur cerita yang maju, membuat buku ini enak untuk dinikmati. Plotnya teratur, dari perkenalan, konflik, klimaks dan kemudian antiklimaks romantisme Veryd jadian membuat endingnya so sweet. Membuat pembaca mesem-mesem (hitung saja, kata ini nyasar di semua halaman buku "Jatuh Cinta"). Gaya bertutur Jevo juga menarik, penuh celoteh konyol, lugas, mudah dicerna dan fungky, membuat pembacanya larut, ikut tersenyum-senyum dan tertawa lepas dengan dialog-dialog yang ada.

Hanya saja, "Jatuh Cinta" mempunyai kekurangan pada narasi dan deskripsi yang belum terlalu dalam, sehingga pembaca tidak benar-benar bisa membayangkan setting dan penokohan yang ada di dalam cerita itu. Deskripsi para tokoh, kecuali veryd, kurang membawa pembaca mampu berimajinasi, seperti apa sih Sasa, Elvera, Jimi, Jessi, Bino, Adinda, ataupun Teby? Padahal jika mau lebih dalam deskripsinya, mungkin cerita ini akan terasa lebih hidup. Juga ketika menarasikan Kota Malang dan jogja sebagai setting tempat. Pembaca tidak benar-benar bisa, seperti apa sih, alun-alun kota? Dimana letak rumah Veryd dan sekolahnya? Bahkan di awal membaca "Jatuh Cinta" saya sempat mengira setting kotanya adalah Jakarta, bahasa gaul ala Arek Ngalam belum keluar, baru di bab-bab selanjutnya mulai terbangung nuansa anak Malangnya. Padahal jika ini tergali, maka detail romantisnya pasti sangat terasa.

Tetapi, untuk cerita remaja, "Jatuh cinta" lumayan mulus dan nyaris tidak ada cacat pada detail. Semua aman. Kemungkinan Jevo bermain aman di sini. Detail pistol, black angle, facebook, semua mulus dan tidak membuat kening pembaca berkerut karena "kesalahan editorial" yang jamak terjadi pada buku-buku best seller Indonesia.

"Jatuh Cinta" juga mampu memberi edukasi kepada pembaca remajanya, sebagai market poin buku ini, meski tidak tampak menggurui dan menghakimi. Seperti istilah-istilah pada pelajaran Kimia, Biologi, Fisika, Sex Before Marriage, Menstruasi pertama, coba diulas di buku ini secara ringan tetapi cukup mengena.

Ada quote bagus di halaman 192. Ketika Mbak Raline, tetangga mereka, menasehati Veryd dan Adinda. "Sekali-sekali coba deh berfikir dari sudut pandang orang tua, ngga ada orang tua yang bangga anaknya menghamili atau dihamili orang lain sebelum menikah, inget itu!" Wonderfull quote! Ringan tetapi mengena. Jevo menuturkannya mulus tanpa terkesan sok tua.

Overall, saya memberi rating 4 dari skala 5 bintang untuk novel ini. karena plotnya terjaga, detailnya nyaris tanpa cacat, cerita romansa, persahabatan, sekolah dan hubungan keluarga cukup bagus dirangkum di dalam novel ini. Memang masih ada kekurangan pada narasi, deskripsi dan ending yang gampang ditebak, tetapi itu tidak terlalu mengganggu.

Sebagai pembaca, saya berharap novel ini ada sequelnya. Karena cerita hubungan Jessi dan Bino masih bisa dikembangkan, juga penambahan anggota baru dalam keluarga Veryd, lalu kisah Adinda juga persahabatan Veryd dengan Teby dan Jimi. Semua masih bisa digali.

Go Jevo! We will waiting the next!
Diterbitkan di: 27 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.