Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Sang Guru

oleh: sukarto     Pengarang : Gerson Poyk
ª
 

Ben, Tokoh dalam cerita ini digambarkan sebagai seorang guru muda lulusan Surabaya, yang ditugaskan di sebuah SMP di kota Ternate. Dalam perjalanan ke Ternate, Ben ditemani Ibunya beserta dengan Sofie temannya.Di kapal itulah Ben bertemu dengan Pak Ismail, yang belakangan diketahui sebagai pesuruh di sekolah tempat Ben mengajar.

Di hari hari pertama sebagai guru di pulau kecil tersebut, Ben mulai merasakan kesulitan, seperti yang juga dirasakan oleh teman-teman sejawatnya. Apalagi kepala sekolah di mana Ben mengajar adalah seorang yang tegas tanpa kompromi. Beruntung Ben berkenalan dengan pak Ismail ,pesuruh di sekolahnya. Pada pak Ismail itulah Ben biasa meminjam uang untuk dikembalikan saat gajian awal bulan.

Setelah beberapa lama di sekolah Ben mulai mengenal sahabat salah satunya adalah Frits yang berpacaran dengan Irma.Pola hidup Ben bersama teman-temannya lebih sering dilalui dengan kegiatan penuh suka. Pada suatu ketika mereka bertamasya ke pantai lantas dilanjutkan dengan nonton film di gedung bioskop. Ben,Sofie dan Fatma yang sedang asyik nonton film, dikejutkan terjadinya perkelaian massal antara mobrig dan tentara.

Perkelaian diawali dengan pertengkaran mulut, karena ada seorang pacar anggota mobrig yang dicolek pantatnya oleh salah seorang tentara yang kebetulan duduk di belakangnya. Perkelaian tersebut berbuntut panjang,hari berikutnya terjadilah baku tembak antara mobrig dan tentara,bahkan dentuman martir bertubi-tubi saling menghujam dari dua markas mereka.

Sofie ketakutan,gemetar di bawah rangkulan Ben, pertempuran semakin menjadi-jadi,banyak toko terbakar,barang dagangan dijarah. Demikian pula pak Ismail ikut-ikutan menjarah satu karung beras.

Sementara itu di tempat pengungsian di luar kota, Ben secara tidak sengaja bertemu dengan seseorang yang juga ikut menjarah toko, serta membagi jarahannya berupa berlian kepada Ben. Demi mendapat barang tersebut Ben merasa bimbang antara memiliki barang tersebut atau mengembalikan kepada polisi.

Pada bagian selanjutnya dikisahkan Ben,Sofie,Frits Irma dan adiknya piknik ke pantai..Setelah hura-hura reda,terjadilah peristiwa yang tidak disangka,sebab Said adik Irma yang tidak lain anak pak Ismail mengalami patah leher. Hal ini terjadi karena ia ingin mempertontonkan kebolehannya salto ke laut. Di hadapan teman dan gurunya.
Melihat hal ini pak Ismail marah besar, terutama kepada Ben, yang berkeinginan membawa Said ke rumah sakit di Manado.Ben nekad membawa Said ke Manado, sebab ia berkeyakinan bahwa berlian yang di dapat dari seseorang beberapa waktu lalu bisa digunakan sebagai biaya pengobatan Said.

Dengan berlian yang ada, Ben membantu pak Ismail yang warungnya semula rusak bisa dibangun lagi.Sayang Said anaknya tak tertolong jiwanya. Uang hasil penjualan berlian akhirnya habis untuk mendirikan warung beserta biaya pemakaman Said.

Sementara itu Ben jadi menikah dengan Sofie. Setelah menikah dengan Sofie Ben tidak lagi bekerja. Karena malu maka Ben bekerja sebagai tentara permesta. Karena hanya pelarian sebagai tentara,Ben dengan bantuan sofie istrinya yang kebetulan ayahnya punya jabatan, maka Ben dikeluarkan dari permesta. Pada akhir cerita dikisahkan bahwa Ben dan Sofie tidak bisa kembali ke Ternate karena pecah pemberontakan permesta.

Diterbitkan di: 26 April, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    punya ikhtisarnya gak? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    cover untuk novel sang guru ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    gambar lelaki sendirian setengah badan 14 Nopember 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.