Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Pukat

oleh: murdadwie     Pengarang : Tere Liye
ª
 
Membaca cerita serial anak mamak bang Tere Liye adalah membaca sebuah kesederhanaan hidup. Seperti bukan membaca sebuah novel, kisah sebuah keluarga kecil yang hidup di tengah kehangahatan kehidupan kampung ini begitu nyata, bagaikan bercermin pada kehidupan sendiri.

Seorang mamak yang perangainya mungkin sering dianggap galak oleh keempat anaknya ini menyimpan berjuta cerita lain. Bahwa ternyata seberapa besar cinta mamak tidak akan pernah bisa kita hitung. Ketika kita sakit, mamak kita lah yang paling khawatir. Meskipun seringkali kita berfikir bahwa mamak itu cerewet, selalu saja menyuruh-menyuruh padahal kita masih asyik dengan film kartun, rasa cintanya luar biasa.

”Jangan pernah membenci mamak kau, karena jika kau tahu sedikit saja apa yang telah ia lakukan demi kau, Amelia, Burlian dan Ayuk Eli, maka yang kau tahu itu sejatinya bahkan belum sepersepuluh dari pengorbanan, rasa cinta serta rasa sayangnya kepada kalian..” Rasa cinta yang digambarkan secara sederhana namun begitu mendalam dan mengaharukan. Rasa cinta yang tak sebatasa hanya dinilai dengan materi, uang yang banyak atau mainan yang bagus, tapi rasa cinta yang diwujudkan dengan doa, rasa cinta yang tak terucapkan namun justru dirasakan lebih mendalam.

Kepolosan dunia anak-anak yang ditampilkan dalam serial ini patut untuk dibaca. Terkadang dunia anak-anak memang memberi kita begitu banyak pelajaran. Tentang nilai-nilai kejujuran, harga diri, rasa kasih sayang yang hampir dilupakan oleh orang yang sudah dewasa. Apa yang disebut dengan harga diri sejatinya adalah kejujuran itu sendiri. Segala kesulitan yang dialami bukan alasan untuk berbuat tidak jujur,
”Berjanjilan, berjanjilah walau hidup kita susah, kau tidak akan pernah mencuri, tak akan pernah merendahkan harga dirimu demi sebutir nasi..”

Belajar dari anak-anak, adalah belajar tentang filosofi hidup, bahwa ternyata uang, jabatan, bukanlah parameter harta yang sebenarnya. Kekayaan yang seberanya tertelak di dalam hati.
“Harta karun yang paling berharga adalah anak-anak yang dibesarkan oleh kebijaksanaan alam, dididik langsung oleh kesederhanaan kampong. Kamilah generasi itu yang bukan hanya memastikan apakah hutan-hutan kami akan tetap lestari, tetapi juga apakah kejujuran, harga diri, perangai yang elok serta kebaikan akan tetap terpelihara dimanapun kami berada.”

Diterbitkan di: 01 Nopember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kepengarangan (about Tere Liye) Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.