• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Mitologi & Cerita Rakyat>Aneka Budaya Tionghoa di Kalimantan Barat

.

Aneka Budaya Tionghoa di Kalimantan Barat

oleh : annaDjohan     

Pengarang : Lie Sau Fat / X.F. Asali
Buku ini hadir pada masa yang tepat   , karena ditulis dalam bahasa Indonesia dengan  kata kata keseharian yang mudah di
pahami  ,  hadir  mengisi kekosongan informasi tentang  kegiatan  Budaya Tionghoa ,  membahas beragam tradisi dan serta adat istiadatnya  yang umum masih dilakukan masyarakat Tionghoa , khusunya  di Kalimantan Barat sampai  saat ini , dimana  umumnya dari golongan generasi muda maupun  masyarakat peminat budaya  sudah  tidak tahu dan tidak mengerti asal usul  tradisi serta adat istiadat beserta makna yang di kandungnya ,sedangkan  literatur  tentang hal hal itu sebahagian  besar  masih asli di tulis  dalam bahasa mandarin , yang juga hampir tidak di pahami  mereka karena  situasi politik orde baru  masa itu .    
Diawali dengan menceritakan sedikit gambaran asal mula kedatangan suku Tionghoa yang majemuk di Kalimantan Barat ,  juga menggambarkan masyarakatnya yang aslinya agraris , sehingga dalam merayakan tradisi dan budayanya sangat dipengaruhi dengan perhitungan kegiatan  musim  bercocok tanam  yang mendasarkan penanggalan peredaran Bulan /  Imlek .
Di gambarkan asal usul perayan tahun baru Imlek yang sebenarnya  adalah perayaan penuh kegembiraan  menyambut  datang nya musim semi , dilanjutkan dengan cerita tentang seni budaya perarakan naga  dan seni budaya permainan   Barongsai ,terus menceritakan kegiatan CapGomeh serta sebutan lain di belahan dunia lainnya   yang mengakhiri perayaan Tahun baru Imlek .
Pada musim yang  cerah ini   dilakukan prosesi sembahyang ziarah kubur leluhur yang dikenal dengan sembahyang Ceng Beng , yang memiliki makna  berbakti dan menghormati orang tua  dengan membersihkan makam .
Pada musim panas ada kegiatan makan   kue Bakcang , dengan latar belakang sejarah yang mengiringinya sehingga sampai  di kenang sampai saat ini
Kematian yang merupakan akhir dari kehidupan di dunia fana , maka untuk perjalanan terakhir ini , semuanya ada prosesi yang harus dilakukan ,yang semuanya penuh dengan makna .  
Pada Musim gugur masih ada perayaan makan kue bulan , rupanya  ini memilki  ceritera  legenda yang diturunkan turun temurun .
Memasuki musim dingin  dimana kegiatan masyarakat agraris  tak bisa bercocok tanam lagi , di musim ini hampir semua keluarga  berlindung dari cuaca yang ekstrim , juga merupakan  saat yang di nanti nanti untuk  bisa berkumpul dengan seluruh keluarga induk  , maka biasanya  juga  adalah masa yang baik   bagi yang akan melakukan  perkawinan  sekaigus untuk menyambut datangnya  musim semi , musim pengharapan .
Juga dibahas tentang seputar  kegiatan adopsi  yang  jarang di bahas dalam komunitas Tionghoa   dan dengan alasannya .
Marga  memang unik  di Komunitas Tionghoa yang majemuk , karena dengan ini akhirnya bisa menjelaskan  bahwa mereka    tidak  saja berbeda suku  / dialeg  , bahkan bisa  berbeda kebangsaan / warganegara  ,  tetapi setelah di telusuri  ternyata satu akar  keluarga yang sama , karena  di buktikan dengan bermarga  yang sama .
Buku budaya ini  diharapkan menjadi awal   pendorong bagi penulis penulis  lainnya untuk menulis dan menggali  lebih dalam dan  lebih  luas atas  adat istiadat / tradisi  budaya   Tionghoa yang majemuk , sebagai upaya menambah wawasan pengetahuan bagi para peminat kebudayaaa serta untuk lebih memahami  dan  memperkaya khasanah budaya kita .
.
Diterbitkan di: Oktober 17, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.