RAHASIA YANG TAK BERUJUNG...??? Astagfirullahal adhim...,Allahumma shalli alaa Muhammad, innalillahi
wainna ilaihi raajiun...,
ihdinasshiraathalmustaqiim....amin... ya allahu....
Sungguh peristiwa demi peristiwa (segala informas) disekitar kita, termasuk melalui media elektronik dan cetak tidak lebih hanyalah sebagian kecil dari gayanya Allah berbicara dan berbuat agar mampu dicerna oleh akal dan qolbu setiap hamba. tetapi begitulah kenyataannya, ada yang dengan sangat mudah memahaminya, namun kebanyakan hamba tidak mampu memetik rahasia yang sedang disampaikan. keterbatasan memahami ini sebenarnya hampir tidak ada korelasinya dengan kemampuan intelektual manusia setelah menempuh jalur pendidikan formal sampai pada tingkat doktor sekalipun, karena hal ini bersentuhan langsung dengan ilmu (rahasia) yang nilainya sangatlah abstrak namun empirik bagi yang memahaminya dan hal tersebut akan jauh lebih bijak ketika hanya dikonsumsi sendiri dengan pertimbangan bahwa ketika kita hendak menjelaskan atau mewacanakannya, akan menimbulkan fitnah atau issue yang tidak umum (wajar). ada banyak orang pintar tetapi tidak selalu cerdas, ada banyak orang cerdas tetapi belum tentu faham, dan banyak pula orang yang telah faham tetapi tidak semuanya konsisten (istiqomah) hingga yang bersangkutan betul-betul ditunjukkan oleh pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus dalam rangka hanya untuk menujuNYA (cinta, kasih dan sayang Allahu SWT), bukan apapun selainNYA, karena selainnya hanyalah jembatan/media atau saya istilahkan dengan momentum berupa aktifitas apapun yang bernilai ibadah (inna sholati, wanusuki, wamahyaaya.....)sebagai upaya meningkatkan titik sadar (kualitas kesadaran murni) setiap diri. berbicara tentang Rahasia, sebenarnya dia terhampar dimana-mana dan tidaklah jauh, bahkan sangat dekat dari urat nadi kita sendiri, namun tidak sembarang orang mampu melirik, membaca, menyimak, menikmati dan memetiknya, karena letaknya yang dikelilingi dan dilindungi oleh sekat yang begitu tebal yang tidak mungkin mampu ditembus oleh kecanggihan/kemutakhiran teknologi persenjataan masa kini termasuk para malaikat dan para Jin yang mencoba-coba ingin menembusnya. Allahu Akbar..., Ya Allahu Yaa Mutakabbir.. laa haula walakuwwata illa billahil aliyyil adhim....,,, Ihdinasshiraathalmustaqiim....,,, IHDINASSHIRAATHALMUSTAQIIM....
Astagfirullahal adhim...,, ntah ini keliru atau sebuah kebenaran, wallahu alam (Allah SWT Maha Tahu segala yang tersembunyi), yang kupahami, segala rahasia Allah ada pada diri kita masing-masing, sekali lagi begitu dekat juga sekaligus jauh dan sulit dicerna oleh qolbu yang belum cukup pantas menyimaknya. untuk memetik sebagian dari rahasia-rahasia ini sangatlah mudah syaratnya juga sekaligus sulit bagi yang membangkang lagi keras hatinya. hanya cukup dengan tunduk, patuh dan taat atas segala perintah yang tertuang dalam tekstual al-qur'an baik yang wajib maupun yang sunnah, namun bagi yang memahami, namun sesungguhnya tidaklah ada perkara wajib dan sunnah (semuanya akan wajib) bagi yang betul-betul ingin meraih Allahu SWT.
Hanya sekedar analogi untuk mempermudah pemahaman tentang cinta secara universal dan sejati, ketika diriku ingin bertemu dan dikenal baik/akrab oleh seorang raja/presiden tentu sebelumnya saya harus memenuhi banyak syarat sesuai dengan tata tertib (regulasi normatif), norma-norma lain yang ada yang tidak secara tekstual tertuang. hal yang tidak kalah pentingnya lagi adalah bahwa saya akan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang semua hal yang bisa menyenangkan sang Raja/presiden tersebut. saya kira begitu pula hal-nya dengan proses pendekatan hamba kepada penciptanya. Sederhananya, siapapun yang paling intensif melakukan pertemuan dan dialog sesuai regulasi yang ada dengan Allah, maka dialah yang akan memperoleh predikat Taqwa pada tingkatnya dan bagi siapapun yang telah dekat denganNYA, maka lisan dan perbuatanya adalah juga lisan perbuatanNYA (
kun...fayakun).
Ntah ini keliru atau petunjuk...(inilah keyakinan yang sangat kuat yang melekat dalam qolbu), Astagfirullahal adhim..., Ihdinasshiraathalmustaqiim.....
Terdapat dua kitab (buku) besar milik Allah dimana salah satunya tidaklah mungkin mampu di rubah substansial dan essensialnya karena tidaklah dalam bentuk teks seperti kitab (teks) al-qur'an yang diketahui oleh kebanyakan kita. Kitab yang satu ini berada dalam alam rasa yang begitu dalam dan halus yaitu pada setiap qolbu hamba yang suci pada stratanya masing-masing dan tidaklah ber-ujung. Buku petunjuk ini ada dalam genggaman langsung pemiliknya, Allahu SWT (disisiNYA) yang letaknya di dimensi kesejahteraan yang penuh dengan kedamaian, diliputi kesucian cinta dan Nabiyullah Muhammad SAW adalah salah satu sosok anak manusia yang paling banyak mengetahui rahasia-rahasia tersebut karena dia telah diperkenankan masuk pada wilayah (dimensional) Sidratul-Muntaha sebagai dimensi tertinggi ketika berlangsungnya peristiwa isra-mi'raz dari nabi-nabi yang lainnya yang dikisahkan hanya mampu menembus dimensi langit pertama sampai ke tujuh seperti yang dialami oleh Nabiyullah Ibrahim as.
Subhanallahi, walhamdulilllahi, walaa ilaaha illallahu, wallahu akbar.... Ihdinasshiraathalmustaqiim...
Akhirnya dengan mengucap Alhamdulillahirabbil Aalamiin, semoga kita semua senantiasa diberkahi dan ditunjukkan jalan lurus/benar, amin ya rabbal aalamiin..., Allahu...Allahu...Allahu....
semoga lain waktu kita semua masih diberikan kesempatan saling berbagi (kewajiban bagi setiap muslim)
wassalam,
ubasape