Hidup
benar-benar terasa melelahkan.....
saat
aku bertemu
dan berbicara
dengan satu orang, aku seperti setengah jiwaku diantara mereka...
saat aku bertemu dan berbicara dengan lebih dari satu orang, aku seperti seperempat jiwaku diantara mereka...
saat aku bertemu dan berbicara dengan banyak orang dikeramaian, aku benar-benar merasa hilang, tidak nampak dimata mereka....
am so the quite....
....Darjelling....
(film yang baru gwe tonton sangat memberikan makna terdalam dalam hidupku dan daya imajinasiku, seakan aku terpedaya akan alur cerita dan aku terbawa larut akan perfome sang aktor dan aktris, hiks2x).
sampai seumurku sekarang, aku belum
bisa mengerti cara untuk mencari sebuah arti ketenangan, kedamaian yang rill, ketentraman yang sejati dalam
Hidup.
memang benar rasanya tidak enak dan menyakitkan hidup didalam kebisingan yang
hanya lewat didepan mata tanpa menyapa, hanya kesendirian sahabat terbaik yang kupunya sekarang, hanya rasa kerinduan tak bertuan yang menjadi bayangan ku saat ini.
aku pernah percaya bahwa kejujuran dapat memberikanku ketenangan, kejujuran tuk menerima dan pasrah menjalani hidup yang ada dengan kemauan keras berusaha tuk menjadikan lebih baik dan berwarna, mengisi hidup dengan hal yang positif. waktu tidak akan pernah bisa diulang, seperti kahlil gibran yang tidak akan pernah bisa menjawab apa itu cinta, menurut gue".
bagaimana aku dapat ketenangan kalau bumi ini saja sedang merontah, sedang marah, sedang menjerit. terlalu banyak kebisingan terjadi, terlalu banyak teriakan-teriakan nada sumbang yang tak berarti, hanya bisa merusak, menghujat, mencela, dan mencaci.
dunia yang semakin maju, membuat generasi muda ikut maju. tapi mengapa kemajuan bangsa disalah artikan oleh generasi muda sekarang. seorang anak telah berani memaki orangtuanya, seorang bapak lupa akan anak-anak nya demi harta, moral-moral yang santun telah berganti dengan moral kemodernan yang bobrok, media-media elktronik yang canggih muncul sebagai sosok anak syaitan yang meraja.
tapi selalu ada harapan, sebab manusia tanpa harapan bagiku itu bohong, seperti tubuh tanpa jasad, harapan bahwa akan ada ketenangan dan kedamaian yang abadi.
bukan hanya buat gwe, kamu, engkau, dikau, dia dan lainnya tapi untuk bangsa dan tanah air tercinta ku Indonesia. harapan akan menjadi negara yang maju dalam segala hal yang positif.
balik lagi ke gwe...
aku yakin akan harapanku, walau hanya seujung jari ini sangat berarti bagiku, harapanku hanyalah untuk tidak diam lagi, tuk bisa diterima tidak hanya satu,dua,tiga tapi banyak manusia-manusia lagi.
semua akn kembali pada-NYA, karena kebesaran-NYA lah maka ketenangan akan aku dapatkan, Amien.
dan sekarang, setahap demi setahap, setitik demi setitik hingga penuh, cahaya akan datang menghampiri memberi sedikit jalan menuju mu dalam kedamaian.
.............................THE END...................
Resensi lain tentang tulas-tulis