Walaupun beberapa kali membaca memang tidak membosankan. Kenapa? saya rasa bukan karena kasusnya melainkan adanya karikatur dari karakter-karakter
yang berperan di dalam cerita tersebut. Sementara pemecahan kasusnya yang panjang dan bertele-tele itu jika di baca memang cukup memusingkan di
bandingkan dengan membaca pemecahan kasusnya yang kadang di ceritakan panjang sekali.
Lawan dari komik ini adalah detektif Kindaichi. Namun sayangnya Kindaichi tamat lebih duluan. Jika komik Kindaichi kalau mau di bilang terkesan terlalu serius
dan "kedewasaan". Jika kita baca beberapa jilid dari komiknya maka kalian akan mengerti maksud tulisan saya ini. Cerita detektif conan bagaikan cerita
superhero yang bersembunyi di balik topengnya. Itulah membuat cerita ini terlihat misteri dan menarik selain karakter-karakter yang menampilkan komedi.
Terus sesuatu yang luar biasa yang mungkin dimunculkan adalah badan Conan yang kecil yang secara diam-diam membantu karakter Kogoro Mouri memecahkan
kasus dengan senyum kemenangan Conan kecil itu di gambarkan sangat menarik sekali. Intinya gaya polos si karakter Conan dalam menuntun pemecahan
masalah. Menidurkan karakter Kogoro Mouri dan memecahkan semua masalah di belakangnya dengan mesin pita pengubah suara hingga akhir kasus tidak ada
yang menyadari bahwa apa yang sebearnya terjadi. Lalu melihat wajah karakter Kogoro Mouri yang di gambarkan begitu senang ketika kasus terpecahkan
dengan wajah kegirangan yang unik itu di hadapan semua orang. Sementara itu dalam karakter-karakter tidak menggambarkannya adanya kesombongan-
kesombongan. Saya yakin pembaca yang membaca pasti mengerti maksud dari tulisan ini dan apa yang di bandingkan. Sampai sekarang komik ini masih terus
bersambung hingga mendekati nomer 60 di Indonesia.