Pelemah Pemikir Stratejik
Summary rating: 5 stars
1 Tinjauan
Kunjungan:
34
kata:
300
Diterbitkan di: Januari 26, 2008
Setiap pemikir stratejik yang memimpin suatu organisasi memiliki visi tentang rupa organisasi di kemudian hari. Akan tetapi adalah iya visi juga biasanya hanya tersimpan dalam benak. Atau dengan kata lain tidak berlebihan disebut jarang tergambar dan terkirim jelas kepada para pejabat terasnya.
Berfikir stratejik merupakan pola berfikir tentang ada strategi dan deskripsi profil organisasi di kemudian hari. Profil yang terlukis indah semata-mata ada dari karena memang strategi menuju pada hal seperti itu. Tanpa kehadiran strategi sukar dilukis profil dan andai dipaksakan malah menjerit kesakitan. Menjerit aduh ach ada tiga hal yang seringkali menjadi pelemah para pemikir stratejik. Pelemah pertama, pertemuan atau rapat-rapat rutin. Dalam rapat rutin mungkin dibahas aspek penting pengembangan organisasi dan mungkin juga visi stratejik. Tetapi, itu mungkin yang dari dalam prakteknya seringkali bukan. Dan setelah bubar, maka visi pun terhantam versi personal, pemikiran operasional mencemari pemikir stratejik. Pelemah yang kedua ialah kosongnya tantangan dari lingkungan eksternal. Tanpa tantangan, pemikir stratejik tidak terangsang dan barulah menegang setelah dipegang dan digoyang-goyang goncangan yang menerpa kehidupan organisasi. Pelemah selanjutnya adalah kebiasaan menyamakan antara pemikiran stratejik dengan keputusan jangka panjang. Ini berarti pemikiran stratejik terikat pada pembelanjaan periode dimana selidik demi selidik tidak terlalu terkait. Dan sampai disini titik pelemah pemikir stratejik.