Halaman Utama Shvoong > Buku > Buku Manajemen > Lima Tahap Pertumbuhan Organisasi Non Profit

.

Lima Tahap Pertumbuhan Organisasi Non Profit

Summary rating: 5 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Iman Mulyana
Review by : oeconomicus
Kunjungan: 55
kata: 300
Diterbitkan di: Januari 26, 2008
Mau tidak mau, istilah non profit telah tertanam kuat dalam benak menuju kalimat tidak menjadikan keuntungan sebagai prioritas utama. Keuntungan ditempatkan pada kedudukan nomor dua, nomor tiga atau nomor seterusnya dimana adalah tetap mendapat perhatian. Mengapa ? karena seperti begitulah kenyataannya. Organisasi non profit tidak secara mutlak menyingkirkan keuntungan. Atau dengan kata lain organisasi non profit didirikan berbasis motif altruistik,motif moral, dan motif social. Filantropi dan kedermawanan pun menjadi prinsip dalam kehidupannya.

Seperti Tora Sudiro yang saat lahir tidak langsung berkumis tebal dan ibarat Vira Yuniar yang saat dilahirkan masih telanjang. Organisasi non profit pun adalah tidak lantas besar. Organisasi non profit dalam hidupnya tumbuh … tumbuh … dan tumbuh menjadi besar. Tahap awal organisasi non profit berdiri sekedar dari sekelompok orang pengurus sukarelawan. Idenya mungkin bersumber hanya dari satu orang yang memiliki komitmen memenuhi kebutuhan atau keinginan tertentu masyarakat dimana dia lantas orang sunda bilang udar ider mencari teman sukarelawan lainnya. Berbasis tahap awal, organisasi non profit tumbuh berakar mulai melembagakan dirinya secara professional. Pimpinan bahkan beberapa staf ahli pun diangkat mendapatkan gaji tetap, aturan dan kebijakan-kebijakan dibuat serta tidak lupa hierarkhi organisasi menjelma formal. Setelah melembaga secara profesional dalam hal tidak berhalangan organisasi non profit tumbuh mendesentralisasikan diri. Dan kemudian tiba pada tahap selanjutnya, yaitu, tahap koordinasi. Lantas masuk tahap kelima dimana terjadi pemantapan kerjasama untuk memecahkan masalah-masalah dengan fokus perhatian cepat, tepat serta efisien. Kerjasama dilakukan tidak sebatas eksternal melainkan plus internal secara win-win principle. Yang akhirnya seiring kemantapan distinctive capability dan competitive advantage terang benderang maka Go … Go internasional, Go … Go berkumis tebal, Go … Go tidak telanjang.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.