Metode Metode Perhitungan Biaya Dana Bank
Summary rating: 3 stars
5 Tinjauan
Kunjungan:
259
kata:
300
Diterbitkan di: Januari 10, 2008
Biaya dana bank dimaksudkan untuk biaya yang dikeluarkan oleh bank pada total setiap rupiah dana yang dihimpunnya min reserve requirement. Hal tersebut, dihitung secara terpisah sesuai dengan jumlah besarnya biaya masing-masing elemen sumber dana. Dalam situasi penuh persaingan adalah tidak berlebihan manajemen bank dituntut mengetahui dan mengikuti perkembangan biaya dana yang dihimpunnya. Dan seterusnya menghitung biaya dana bank pun orang banyak bilang adalah harus dilakukan.
Terdapat tiga metode yang dapat dilakukan dalam menghitung biaya dana bank. Metode pertama adalah histotical average. Simpel, sederhana demikianlah gemuruhnya hanya menjumlahkan total biaya yang berkaitan dengan penghimpunan dana lantas dibagi atau per total dana yang dihimpun. Ini berarti akan akurat jika interest rate konstan. Juga itu berarti biaya dana dihitung dengan mengalikan interest rate pada jumlah setiap dana. Sehingga terpikir dan terasakan metode demikian relevan untuk sebagai tindakan evaluasi kondisi biaya dana masa silam. Weight average cost pun lantas menjadi metode yang kedua. Metode yang menganjurkan sebelum perhitungan diawali perhatian kepada peran setiap sumber dana dan cadangan wajib. Perhitungannya dilakukan dengan cara menghitung seluruh masing-masing jumlah dana yang berbiaya sesuai prosentase komposisi sumber dana. Akhirnya metode biaya dana marginal dapat dikemukakan. Metode ini didefinisikan sebagai biaya atas penambahan dana-dana baru dalam struktur sumber dana. Tidak terlupa dalam perhitungaan diasumsikan bahwa semua dana yang dibutuhkan dapat diperoleh dari satu sumber seperti pasar uang antar bank atau penerbitan sertifikat deposito. Singkatnya historical, weighted, marginal tidak lain metode-metode untuk menghitung biaya dana bank.