Menembus Eksistensi Heterophilous
Summary rating: 5 stars
3 Tinjauan
Kunjungan:
107
kata:
600
Diterbitkan di: Nopember 03, 2007
Sebuah buku klasik, dengan hormat penulis disini tak hendak menyebutkannya sebagai upaya wajar berbeda pandangan dan ternyata cari demi pencarian pun dalam keberadaannya banyak yang demikian, "Seseorang hanya dapat berkomunikasi baik dengan seseorang lain yang mempunyai kesamaan". Disini dengan hati tulus tidak dimaksudkan menetang meainkan memecahkan persoalan bagaimana seseorang dapat berkomunikasi dengan seseorang lain yang mempunyai ketidaksamaan?.
Heterophlious dimaksudkan situasi komunikasi antara komunikator dengan komunikan yang tidak sama dalam ciri-ciri tertentu seperti kepercayaan, pendidikan atau status sosial. Karena tidak sama maka komunikasi pun cenderung tidak nyambung. Namun adalah tentu manajemen sangat penting untuk tetap berkomunikasi dengan para tenaga kerja. Melalui pengkajian berbagai literatur secara mendalam dan telah dipraktekan, empati ternyata menjadi variabel penembus eksistensi heterophilous. Empati merupakan kemampuan seorang komunikator untuk memproyeksikan dirinya kepada peranan komunikan. Ini berarti, jika komunikator mengetahui bagaimana perasaan, pikiran, dan tindakan komunikan serta mengerti dan mampu memahaminya maka dimungkinkan sekali komunikator dapat menyampaikan pesan yang tepat kepada komunikan. Atau dengan kata lain seorang manajer yang mempunyai empati akan dapat menggeser heterophilous menjadi homophilous sehingga komunikasi pun berlangsung baik. Akan tetapi aalah realita, empati pun sering disamarkan dengan simpati yang tentu keduanya berbeda. Simpati merupakan nama merek kartu telepon seluler seperti IM3, Flexi sedangkan tidak ada kartu telepon seluler yang bermerek empati. Tidak ...tidak demikian, simpati berarti komunikator memiliki suatu perasaan tertentu kepada komunikas dalam misal merasa kasihan. Sedangkan empati adalah komunikator seperasaan dengan komunikan. Adalah tentu menyakitkan bukan menyenangkan andai seorang pria mengetahui diterima kekasihnya sebagai pacar karena sebatas kasihan bukan seperasaan. Kasihan juga contohnya ditujukan kepada pria, karena kenyataannya seorang wanita pun demikian ...sst ...ssst ...sssst hati-hatilah para wanita, pria sekarang sudah banyak mengetahui jumlah kuantitas wanita lebih banyak dibandingkan pria. Hal tersebut, sejalan dengan teori permintaan semakin banyak kuantitas naka harga pun semakin turun ...becanda. Dan yang tidak becanda adalah empati menembus eksistensi heterophilous.