Temperatur, Ventilasi, Cahaya, Warna, dan Suara Untuk Situasi Kerja
Summary rating: 3 stars
3 Tinjauan
Kunjungan:
322
kata:
300
Diterbitkan di: Nopember 03, 2007
Situasi kerja merupakan salah satu aspek penting untuk optimalisasi kinerja para tenaga kerja. Temperatur, ventilasi, cahaya, warna, dan suara berpengaruh signifikan dalam keberadaannya terhadap kinerja tenaga kerja dalam produktivitas dan kualitas output melalui kenyamanan dan keseamatan kerja.
Temperatur menjadi variabel penting memelihara lingkungan yang menyenangkan. Walu pun tidak mesti berkata bohong manusia tidak dapat bekerja pada temperatur yang berbeda namun hasil kerja adalah dapat optimal untuk temperatur 20-27 derajat celcius dengan kelembaban 30-50%. Selain temperatur, ventilasi pun memadai. Peralatan penyejuk udara dan kipas angin dapat digunakan untuk membantu sirkulasi udara dan memperoleh udara yang bersih. Sinar matahari juga demikian sebagai sumber pencahayaan namun andai di dalam ruangan penelitian Sanders tahun 1987 merekomendasikan tingkat pencahayaan berkisar antara 100-200 lx (10-20 fc) dimana tugas yang memerlukan banyak pengamatan dalam waktu yang lama memerlukan 2.000-5.000 lx. Lantas warna niscaya menghasilkan efek emosi dan psikologi kerja. Warna merah menimbulkan suasana hangat, warna kuning untuk suasana segar, warna biru memberikan kesejukan, sedangkan hijau adalah damai dan tenang. Warna cerah untuk pekerjaan yang membutuhkan kreativitas tinggi. Dan lalu bagaimana dengan suara, tingkat suara mesti kurang dari 60 db. Ha tersebut, seyogyanya juga tidak lebih dari 90 db untuk waktu kerja selama 8 jam secara terus menerus. Temperatur, ventilasi, cahaya, warna, dan suara untuk situasi kerja berhasil diringkas ketercecerannya melalui ringkasan ini. Duh ternyata tenaga kerja itu manusia.