Dulu, salah satu penopang perekonomian adalah
perusahaan manufaktur yang pendorong utamanya tidak lain standarisasi produksi, standarisasi produk. Mereka banyak melakukan investasi dalam membangun merek untuk menggemakan manfaat tawaran pasar standarnya. Lewat standarisasi dan penentuan merek, para pengusaha manufaktur mempunyai asa tumbuh dan untung berdasarkan skala ekonomi. Dan kunci mengelola asset kepemilikannya dilakukan
dengan membangun sistem kendali kehidupan bisnis bah mengoperasikan mesin.
Seratus delapan puluh derajat positif dari dulu, sekarang perekonomian besar ditunjang informasi. Informasi memiliki keunggulan karena dapat didiferensiasi, dikustomisasi, dipersonalisasi, dan disampaikan melaui jaringan kerja dengan kecepatan yang mengejutkan. Karena perusahaan semakin cakap mengumpulkan informasi, dan tidak terlupa karena pabrik mereka didesain lebih fleksibel maka mampu membuat lebih pribadi tawaran, pesan, media yang digunakan atau dengan kata lain menuntut kustomisasi.
Sesungguh dan setelitinya
kustomisasi berbeda dengan kustomerisasi. Kustomisasi berarti perusahaan dapat memproduksi barang yang terdifferensiasi secara individual baik yang diorder melalui tatap muka fisik, telepon maupun online. Melalui online, perusahaan memberi kesempatan
pelanggan merancang barang pesanan sendiri yang berakibat berubah menjadi
konsumen berproduksi sendiri. Intinya dalam kustomisasi, perusahaan menyediakan bengkel kerja dimana tiap-tiap individu konsumen maupun pelanggan mendesain apa yang diinginkannya. Perusahaan juga memperoleh kemampuan untuk berinteraksi dengan setiap pelanggan secara pribadi. Pelanggan dapat meminta disesuaikan dengan kebutuhannya atas produk, service, harga, dan saluran pengiriman. Berbeda dengan kustomisasi,
kustomerisasi merupakan kombinasi kustomisasi operasi dengan kustomisasi pemasaran. Perusahaan disebut telah melakukan kustomerisasi bia mampu berdiskusi dengan masing-masing pelanggan individual lantas memberikan respon dengan cara menyesuaikan diri pada kebutuhan serta keinginan konsumen dan pelanggan.
Kustomisasi sebenarnya tidak berlaku untuk setiap perusahaan. Hal tersebut, dari sejelasnya kustomisasi dapat sangat sukar diimplementasikan pada produk-produk rumit seperti mesin. Dalam implementasinya demikian, kustomisasi sering meningkatkan biaya meebihi kesiapsediaan konsumen membeli. Sejumlah konsumen adalah iya tidak tahu apa yang mereka inginkan sampai mereka menatap mesra prototipe produk. Konsumen sukar membatalkan order setelah perusahaan mulai mengerjakan
produk rumit. Produk rumit bisa sulit untuk diperbaiki dan memiliki nilai jual yang mini. Walaupun demikian adalah benar kustomisasi telah berfungsi secara baik pada beberapa produk seperti pakaian, komputer laptop dan merupakan peluang yang bernilai untuk diselidiki.
Resensi lain tentang Kustomisasi dan Kustomerisasi