Pemasaran Berbasis Data
Summary rating: 5 stars
3 Tinjauan
Kunjungan:
243
kata:
600
Diterbitkan di: Nopember 02, 2007
Mengenal pelanggan adalah hal yang krusial. Dan untuk mengenal pelanggan, perusahaan mengoleksi informasi serta memperbaharui kecacatan basis data yang dimiliki. Basis data pelanggan dimaksudkan tepat lepada kumpuan informasi komprehensif setiap pelanggan yang terorganisir antara satu dengan yang lanilla. Ini berarti pemasaran berbasis data merupakan proses membentuk, memelihara dan memanfaatkan data pelanggan untuk tujuan mengadakan komunikasi, transaksi dan atau relationship. Sehingga data pelanggan tidak sekedar customers mailing list. Data pelanggan memuat jauh lebih banyak informasi tentang peanggan. Idealnya, data pelanggan berisi pembelian masa lampau, gegrafis, demografis, psikografi, behavior serta informasi bermanfaat lainnya tentang pelanggan. Bahkan berapa lembar rambut yang ada di kepala pelanggan.
Pada umumnya data pelanggan digunakan dalam lima kepentingan. Kepentingan pertama dalah identifikasi peanggan. Kedua, membuat keputusan pelanggan mana yang layak menerima penawaran spesial. Ketiga, memperdalam kesetiaan pelanggan. Keempat, mengaktipkan kembali pembelian pelanggan yang kabur. Dan yang kelima tidak ain mencegah kesalahan pelanggan yang serius. Dari lima manfaat data pelanggan telah dikemukakan terasa kurang andai tidak melirikan mata pada sisi negatif yang dimiliki.
Membangun dan menggunakan data pelanggan memerlukan investasi yang besar. Investasi dalam hardware, software, tautan komunikasi dan personalia yang mempunyai skill terkait adalah relatif tidak kecil. Juga telah dapat terasa dalam keberadaannya sulit mengumpulkan data yang tepat, khusunya menjerat semua peluang interaksi perusahaan dengan masing-masing pelanggan. Membangun data pelanggan tidak akan menguntungkan dalam beberapa kasus. Kasus-kasus tersebut, bila produk termasuk produk yang dibeli sekali selama hidup, bila pelanggan minim loyalitasnya terhadap merek, bila penjualan unit sangat dan sangat keci, serta jika biaya pengumpulan informasi meluap. Lantas, kesulitan pun terkuak untuk membuat setiap orang daam perusahaan menjadi berorientasi pelanggan dan menggunakan informasi yang tersedia. Karyawan merasa jauh lebih mudah meakukan pemasaran transaksi purba daripada mempraktikan pemasaran relasional. Selanjutnya terbuka lebar-lebar tidak semua pelanggan menginginkan relasi dengan perusahaan diamana mereka mungkin dapat marah saat mengetahui bahwa perusahaan telah mengumpulkan begitu banyak informasi tentang pribadi mereka. Iya, karena pacarnya sendiri pun bisa jadi tidak tahu dia suka ngiler atau tidak. Oo..oh tentu tidak karena ha tersbut, menempatkan pentingnya pemasaran berbasis data peanggan menjaga privacy dan kemanan individual pelanggan, cerdas dalam mendeskripsikan kebiajakn privacy perusahaan, serta memberikan kemerdekaan pada pelanggan untuk menolak dimasukan dalam data pelanggan.