Dua Pandangan Tentang Kualitas
Summary rating: 5 stars
1 Tinjauan
Kunjungan:
131
kata:
300
Diterbitkan di: Nopember 02, 2007
Mari kita kaji perbedaan kualitas dalam pandangan kurang kompetitif dengan pandangan yang memberikan kemampuan kompetitif untuk sebuah perusahaan. Hal tersebut itulah ajakan yang tidak lain manfaat kehadiran ringkasan ini.
Dalam pandangan yang kurang kompetitif. Produktivitas dan kualitas adalah tujuan yang bertolak belakang. Mengapa demikian? Ini adalah jebakan kuantitas, produksi masal sebagai cerminan tingginya produktivitas menjebak kualitas hingga terperosok. Kualitas diartikan sebagai kesesuaian dengan standar, diukur berbasis kadar ketidaksesuaian, serta dicapai melalui pemeriksaan. Hasil pemeriksaan kualitas memunculkan produk cacat, namun adalah dibiarkan dengan alasan sudah lebih sedikit lebih dari standar minimal. Kualitas tidak lain fungsi terpisah yang difokuskan kepada evaluasi produksi dimana para tenaga kerja kena dampratan bila kualitas dalam keberadaannya jelek. Juga hubungan antara pemasok bersifat jangka pendek yang berorientasi biaya.
Pandangan yang kompetitif tentang kualitas menekankan perolehan produktivitas dicapai melalui perbaikan kualitas. Kualitas adalah kesesuaian dengan standar yang mampu memberikan kepuasan konsumen dan diukur berbasis proses perbaikan berkesinambungan. Kualitas ditentukan pada desain produk dan dicapai dengan pengendalian proses yang efektif dimana produk cacat dihindari dalam keberlangsungannya. Sehingga kualitas merupakan bagian dari setiap fungsi tahap daur hidup produk yang menuntut manajemen bertanggungjawab serta hubungan terbina dengan pemasok bersifat jangka panjang pada orientasi kualitas. Singkatnya proses menjadi perhatian dalam pandangan yang kompetitif tentang kualitas sedangkan pandangan kurang kompetitif hanya dan hanya memperhatikan hasil dari proses. Berapa nilaimu nak? Tanya seorang ayah pada putra satu-satunya yang menempuh studi di Harvard. Emm…mh 3,40 dalam skala 4 yah .. jawab putranya dengan penuh hormat. Ap…ppa Cuma 3,40 !! kamu gak mikir heh berapa banyak biaya yang dikeluarkan Bodd..doh lihat donk prestasi ayah dulu ekonomi 9, bahasa Indonesia 9, matematika 8 bahkan bahasa daerah 10 …di SMA.