TELEVISI : How To Be A Effective Advertiser
Summary rating: 3 stars
1 Tinjauan
Kunjungan:
117
kata:
300
Diterbitkan di: Oktober 10, 2007
Teori pembelajaran pasif sebenarnya mengangkat topik tentang media televisi. Ini berarti seluruh informasi yang ditayangkan di televisi merupakan informasi yang datang menghampiri penonton, bukan penonton yang mencari iklan di televisi. Atau dengan kata lain iklan di televisi merupakan tamu tak diundang. Kita tidak pernah mendengar orang berkata mau mencari iklan merek produk tertentu di televisi. Kecuali barangkali mungkin satu-satunya orang yang pernah mendengar demikian adalah saya, dari karena saat itu tiba-tiba saja salah seorang teman yang hendak melakukan penelitian bertanya, "Bagaimana sih isi dan desain warna iklan BCA di televisi". Tetapi walau pun penonton tidak mencari iklan di televisi adalah hampir bisa dipastikan orang menonton televisi. Yang dicari penonton hanyalah acara intinya. Dengan demikian ketika konsumen melihat tayangan iklan di televisi, mereka berada dalam keadaan pasiv (low involvement) yang memerlukan frekuensi penayangan sering untuk membangun daya ingatnya.
Dua manfaat dari teori pembelajaran pasiv terungkap disini. Pertama, produk-produk yang dibeli konsumen dengan tingkat keterlibatan rendah adalah efektif untuk ditayangkan iklannya di televisi dan radio. Karena, konsumen yang mempunyai high involvement terhadap produk, mereka akan aktif mencari informasi. Manfaat yang kedua adalah menampilkan iklan yang bersifat informasinya akan kurang efektif. Atau dengan kata lain seyogyanya iklan menampilkan sisi lain non informasional seperti menimbulkan kesan yang sering kita dengar, "Apa pun makanannya, Minumnya TEH SOSRO".