Halaman Utama Shvoong > Buku > Buku Manajemen > Tulang Punggung Sebuah Bank

.

Tulang Punggung Sebuah Bank

Summary rating: 5 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Iman Mulyana
Review by : oeconomicus
Kunjungan: 86
kata: 600
Diterbitkan di: Oktober 10, 2007
Bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya menghimpun dana, mendistribusikan kembali dana tersebut, dan memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran serta peredaran uang. Dari memahami hal tersebut, dapat dipastikan penyaluran kredit merupakan bisnis inti sebuah bank. Bahkan proporsi terbesar aset bank berupa kredit demikian juga pendapatan bank mayoritas bersumber dari pendapatan bunga kredit. Kredit di negara-negara maju didistribusikan bank umum rata-rata sekitar 60-70% dari total aktiva, sedangkan di negara kita Indonesia kurang lebih 81%. Hal yang demikian disadari maupun tidak kredit tidak lain tulang punggung sebuah bank.

Di satu sisi mata, kredit tulang punggung sebuah bank. Dan di sisi mata lain kredit menjadi penyebab gulung tikarnya bank. Survey terhadap 200 bank internasional telah diketahui ternyata masalah perkreditan duduk di kursi pertama penyebab kegagalan bank yang secara lengkap 62% masalah perkreditan, 17% masalah penipuan, 8% masalah asset dan liability, 13% masalah lainnya. Hal tersebut, dapat dipahami karena kredit penuh dengan risiko. Akan tetapi, dewan ekonomi nasional telah merekomendasikan peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui pemupukan modal berprinsip kehidupan. Dan data biro statistik menunjukan ada 34.316 pengusaha kecil bahkan data sensus ekonomi tahun 1996 menyeruakan fakta 99% jenis usaha di Negara kita tergolong industri kecil dan rumah tangga yang menyerap 59% tenaga kerja atau hanya 1% saja industri menengah dan besar menyerap 41% tenaga kerja.

 Industri-industri kecil dan rumah tangga secara umum mempunyai cirri khas masih rendah aksesnya pada lembaga kredit formal. Mereka cenderung menggantungkan pembiayaan usaha dari modal sendiri, saudara, kerabat, bahkan lintah darat. Hal tersebut, menjadi peluang bank untuk meningkatkan distribusi kreditnya. Produktivitas usaha kecil pun terungkap dalam keberadaannya lebih tinggi dan rendah risiko (sustainable saat krisis ekonomi) dari pada usaha berskala besar. Dengan demikian, ini saatnya tulang punggung sebuah bank melirik dan menatap saying para pengusaha kecil termasuk pengusaha mikro. Aduh saya..aang mau kredit seberapa besar pun akan diberikan, tapi persiapkan dan penuhi saja YA semua persyaratan 5 C nya.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.