Halaman Utama Shvoong > Buku > Buku Manajemen > Bermain Harga

.

Bermain Harga

Summary rating: 3 stars 3 Tinjauan
Pengarang : Iman Mulyana
Review by : oeconomicus
Kunjungan: 248
kata: 600
Diterbitkan di: Oktober 10, 2007
Kehidupan bisnis senantiasa selalu ada dalam situasi persaingan. Saat kita dalam bersaing mulai khawatir akan reaksi strategi harga balasan pesaing, maka kita memasuki wilayah teori permainan harga. Teori permainan harga menganalisis mekanisme dua atau lebih pemain memilih tindakan maupun strategi yang sama-sama mempengaruhi tiap partisipan. Teori permainan harga memberikan pedoman bagaimana semestinya bisnis kita bermain harga?

Saling membanting harga atau dengan kata lain terus menerus sama-sama menurunkan harga adalah tak perlu dilakukan. Hal tersebut, membawa semua partisipan pada kerugian tertembusnya batas minimal penetapan harga. Ini berarti, persaingan harga menekan biaya produksi, dan tak terkembalikan walaupun diperoleh kuantitas penjualan dipahami profitabilitas hadir tidak semestinya. Dengan demikian teori permainan harga memberikan pedoman yang pertama, tidak melayani strategi penurunan harga dengan menurunkan harga.

Keberadaan pedoman pertama menimbulkan keberanian kita untuk melayani strategi penurunan harga dengan menaikan harga. Akan tetapi tindakan tersebut, berasumsi ceteris paribus mendukung power efisiensi pesaing. Pesaing akan dapat mencubit sedikit demi sedikit kue tar bagian milik kita. Dan lantas kita pun menderita kelaparan yang berdampak pada penurunan tenaga untuk mengambil kue tar termasuk kecepatan pengambilan kue tarnya. Melayani strategi penurunan harga dengan menaikan harga merupakan pedoman kedua yang tidak diperkenankan oleh teori permainan harga.

Satu-satunya yang diperkenakan teori permainan harga untuk melayani penurunan harga adalah tetap. Strategi respon ini, berarti kita tidak peduli atau cuek saja yang dikenal sebagai harga normal. Keputusan memegang harga normal memperoleh dukungan dari konsumen saat ini yang tidak lagi "Bodoh". Mereka dalam keberadaannya enlightment, informationalized, dan empowered. Dalam pelaksanannya strategi harga tetap tidak benar-benar tetap melainkan komitmen tetap sebelum dukungan kualitas dan kuantitas layak untuk meningkatkan harga. Fakta empirik eksistensi strategi harga tetap terbukti saat Marlboro Friday. Marlboro mengerang sakit diterkam gerilyawan merek kacangan. Philip Morris pun bahkan sempat mencak-mencak sedikit menurunkan harga lantas kembali cepat pada harga normal. Akibatnya, rokok bermerek kacangan terdamprat telak dimana Marlboro menang dan kembali tenang. Harga tetap merupakan solusi terbaik untuk melayani strategi penurunan harga bahkan peningkatan harga yang dilakukan oleh pesaing kita.

Walaupun sedikit kurang enak adalah tetap mesti dikemukakan. Selain memperkenankan harga tetap teori permainan juga membuka peluang kolusi harga antar pemain yang mengorbankan konsumen. Kolusi harga terjadi manakala semua pemain sepakat bekerjasama secara serempak menetapkan strategi harga yang menguntungkan mereka. Seperti ditetapkan harga setinggi-tingginya maupun pembentukan kartel dalam ekuilibrium kooperatif. Ekuilibrium non kooperatif mampu mengeliminasi kolusi dimana hanya hadir pada perekonomian pasar sempurna. Beribu-ribu bahkan berjuta-juta pemain ada dalam permainan harga. Namun, lama kelamaan mereka dapat kembali menggumpal. Gumpalan demi gumpalan seperti kartel memerlukan hempasan tangan pemerintah yang terlibat dalam undang-undang antitrust sebagai pemecahannya. Harga tidak perlu rendah yang penting adalah PAS.
Bermain Harga  oleh  Iman Mulyana    2007 
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.