Marketing Concepts
Summary rating: 2 stars
15 Tinjauan
Kunjungan:
1216
kata:
600
Diterbitkan di: September 07, 2007
Kesadaran akan pentingnya pemasaran memerlukan fondasi filosofi totalitas pergerakan dan perkembangannya. Filosofi tersebut, tercermin dalam konsep pemasaran yang dipilih sebagai pegangan. Konsep produksi, produk, penjualan, pemasaran, dan pemasaran sosial. Tidak lain menjadi alternatif yang dapat ditetapkan pada bisnis kita untuk mendasari semua strategi, taktik dan nilai pemasaran. Pemasaran adalah nyata tidak abstrak seperti matematika yang karenanya variasi kondisi implementasi berdampak pada kepentingan adaftasi konsep pemasaran.
Konsep produksi menegaskan konsumen lebih menyukai produk yang tersedia secara luas dan murah. Konsep tersebut, diorientasikan kepada fokus efisiensi biaya dan distribusi menyebar yang cocok untuk negara berkembang dimana konsumen lebih tertarik memperoleh produk daripada fitur produk. Orientasi yang demikian juga bermanfaat ketika bisnis kita hendak memperluas pasar. Selain konsep produksi dikenal ada konsep produk. Dalam konsep produk, konsumen menyukai fitur dan kinerja produk maupun produk inovatif. Konsep produk berorientasi menghasilkan dan terus menerus memperbaiki kualitas produk yang dapat memunculkan jebakan”Ambon sorangan” atau dengan kata lain produk berkualitas sebatas pandangan produsen. Selanjutnya, tidak ain konsep penjualan yang menggerak-gerakkan jari telunjuk untuk secara aktif melakukan penjualan dan promosi agresif. Konsep penjualan memandang konsumen enggan untuk membeli yang mesti dibujuk dan dirayu sedemikian rupa. Dalam prakteknya, konsep penjualan banyak diterapkan kepada produk dimana konsumen tidak mencari dan tidak memikirkan untuk membeli seperti asuransi. Konsep penjualan juga banyak dilaksankan ketika bisnis mempunyai kapasitas berlebihan dengan tujuan menjual apa yang mereka hasilkan bukan apa yang diinginkan oleh pasar. Sedangkan konsep pemasaran mengobrak-abrik tiga konsep telah dikemukakan dengan menekankan bisnis mesti lebih efektif menciptakan, menyerahkan, dan mengkomunikasikan nilai pada segmen pasarnya dibandingkan pesaing. Konsep pemasaran dibangun berbasis pilar pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran terpadu, dan kemampuan meraup laba. Namun, konsep pemasaran dapat kita jegal melalui sebuah pertanyaan, “Dapat dan rasionalkah keempat pilar berjalan selaras tanpa pertentangan? Dari pertanyaan demikian perluasan konsep pemasaran diperlukan menjadi konsep pemasaran sosial. Konsep pemasaran sosial memegang kokoh prinsip bisnis memperhatikan, kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien ketimbang pesaing., tetap mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat termasuk konsumen. Konsep produksi, produk, penjualan, pemasaran, dan pemasaran sosial merupakan lima alternatif konsep yang dapat kita pilih dan tetapkan sebagai pedoman semua aktifitas pemasaran.
Sebenarnya adalah kurang tepat melecehkan salah satu konsep dari karena kehidupan bisnis itu sendiri bervariasi. Hal tersebut, tidak berarti suatu rekomendasi seikap plin plan dihadirkan. Melainkan, penetapan atau pemilihan konsep yang akan dipegang meski mampu mengcover variasi kehidupan bisnis. Dengan demikian hadir pertimbangan penting dalam pemilihan konsep,yaitu: komprehensif dan fleksibel.