Kehidupan sehari-hari kita sebenarnya adalah kehidupan yang selalu
bergumul dengan keputusan. Keputusan merupakan kesimpulan terbaik yang diperoleh setelah mengevaluasi berbagai
alternatif. Di dalam arti tersebut, terkandung unsur situasi dasar, peluang munculnya situasi dasar, dan
aktifitas pencapaian keputusan. Lantas pertanyaannya, apakah setelah evaluasi alternatif serta merta begitu saja hadir keputusan? Iya, secara rasional kesimpulan tersirat dalam premis-premis sehingga hanya kepentingan perumusan saja. Walaupun berbagai literatur yang memandang keputusan sebagai proses menampilkan tersurat kata keputusan di dalam modelnya. Sesungguhnya itu pekerjaan pikiran yang
tidak tersurat. Ini berarti, pemunculan kata keputusan sebatas agar tidak tampak renggang antara aktifitas evaluasi alternatif dengan tindakan realisasi keputusan.
Kajian tentang keputusan dalam keberadaannya dapat didekati dari berbagai model. Seperti
Model Brinckloe, dan
model Mc Grew. Kedua model tersebut, secara implisit tidak mempunyai perbedaan yang mencuat. Perbedaan terletak pada unsur politik model Mc Grew yang kurang kentara dalam model Brinckloe. Kata
pengambilan keputusan seringkali tidak ketat mengikuti sebuah model,
Akan tetapi, cenderung menempuh jalur eklektik, yaitu, mencubit bagian penting kemudian meramu, memodifikasi dan mengadaftasikannya sesuai dengan kondisi organisasi.
Kajian tentang keputusan juga banyak berbasis
metode. Basis kajian tersebut, dipandang lebih menarik daripada domain pengambilan keputusan itu sendiri. Berdasarkan kajian metode, keputusan terpecah menjadi empat, yaitu, metode keputusan rasional, metode keputusan tawar menawar, metode keputusan agregatif, dan metode keputusan keranjang sampah. Sehubungan dengan pendekatan metode berbagai aliran pun dapat sesuai untuk mengkaji keputusan. Aliran-aliran yang dimaksudkan adalah birokratik, manajemen saintifik, hubungan kemanusiaan, rasionalitas ekonomi, kepuasan dan analisis sistem. Dengan demikian pengetahuan alternatif model, metode, aliran digunakan untuk penentuan pegangan sendiri. Seperti berkenaan dengan ini saya sendiri lebih menyukai cukup tiga aktifitas saja untuk sampai pada keputusan,yaitu: kehadiran tujuan, aktifitas pencarian informasi atau alternatif, dan aktifitas evaluasi alternatif. Banyak sedikitnya informasi yang dilakukan mempengaruhi kecepatan dan kerumitan pengambilan keputusan. Untuk membeli sebuah ballpoint tidak sama kecepatan dan kerumitan pengambilan keputusannya dengan membeli pesawat terbang pribadi.
Resensi lain tentang Pengambilan Keputusan