Halaman Utama Shvoong > Buku > Buku Manajemen > Segmentasi dan Penentuan Posisi

.

Segmentasi dan Penentuan Posisi

Summary rating: 4 stars 19 Tinjauan
Pengarang : Iman Mulyana
Review by : oeconomicus
Kunjungan: 910
kata: 600
Diterbitkan di: Agustus 11, 2007
Segmentasi dan posisi dalam keberadaannya mempunyai hubungan reciprocal. Sekali segmen ditetapkan secara jelas, maka posisi pun kelihatan.Akan tetapi, penentuan kembali posisi secara jelas juga mampu menghadirkan segmen. Dengan demikian, mana yang mesti terlebih dahulu dilakukan adalah layak kita menyerahkannya pada kemerdekaan individu bisnis.Total aktifitas segmentasi terdiri dari identifikasi dan analisis segmen, penetapan segmen, rancangan serta implementasi strategi penentuan posisi. Segmen tidak begitu serta merta ada tanpa aktifitas identifikasi dan analisis. Hasilnya, berdasarkan sudut pandang kuantitas tampil dalam tiga bentuk pilihan, yaitu: segmen satu, segmen double, dan segmen multiple.Segmen satu menempatkan bisnis berhadapan dengan sebuah kelompok konsumen. Penggandaan kelompok konsumen terjadi manakala hadir fleksibilitas strategi penentuan posisi untuk segmen satu. Sedangkan segmen multiple dimaksudkan untuk bisnis yang berhadapan dengan semua kelompok dalam pasar dengan tujuan mendominasi posisi pasar. Kematangan pasar, penyebaran konsumen, posisi di pasar, struktur dan intensitas persaingan, sumber daya dan kemampuan bisnis, perhatian terhadap efisiensi ekonomi dalam keberadaannya sebenarnya mempengaruhi penentuan bentuk segmen. Enam unsur penentu segmen tersebut, bergerak berbanding lurus dengan sistematis pergerakan dari segmen satu ke segmen multiple. Misalnya, semakin matang pasar maka semakin penting segmen multiple. Segmen satu mudah menghasilkan keunggulan bersaing dalam sifatnya namun terikat cincin pertunangan dengan satu kelompok konsumen. Jika kelompok konsumen tersebut menikah dengan orang lain maka dapat dipastikan kembali menjomblo, bukan?. Segmen double lebih memerlukan sedikit sumber daya daripada segmen multiple, spesialisasi mampu membangun keunggulan, dan ada probabilitas untuk menentukan konsumen secara yakin. Namun, segmen double mudah diserang bisnis besar dan juga dilingkari cincin tunangan segmen. Sedangkan segmen multiple memberikan kesempatan posisi pasar kuat, perluasan penjualan, pengetahuan menyeluruh dan luas tentang pasar. Akan tetapi, sumber daya, kompleksitas strategi, penurunan keunggulan bersaiang menyertainya.

Sekarang mari kita simpan tentang segmentasi dan ambil mengenai posisi. Dengan mengamati kata penentuan posisi maka jelas ini sebuah proses. Awal dari proses tersebut, hadir sejumlah konsep posisi, yaitu: konsep fungsi, konsep simbol, dan konsep pengalaman. Konsep fungsi tepaty untuk produk yang problem solver dan menimbulkan kebutuhan eksternal. Konsep simbol tepat untuk produk yang internal individu konsumen dan menimbulkan kebutuhan pengembangan diri, peran, berkelompok maupun ego. Sedangkan konsep pengalaman tepat untuk produk yang memberikan kesenangan, aneka ragam, dan atau motivasi kognitif. Berbagai pendekatan dilakukan untuk menetapkan konsep posisi seperti atribut, mutu, penggunaan, pengguna, kelas produk dan atau pesaing. Setelah konsep posisi hadir, maka total sumber daya, alokasi sumber daya pada bauran pemasaran serta alokasi sumber daya dalam internal masing-masing unsur bauran pemasaran pun dihitung dan menjadi pertimbangan. Pemilihan konsep posisi tersebut, tidak terlepas dari faktor pasar sasaran, daur hidup produk, prioritas manajemen, sumber daya dan persaingan serta keterpaduan bauran pemasaran.

Selanjutnya, posisi pun ditetapkan setelah terjadinya pemilihan konsep posisi dimana berkenaan dengan identifikasi pesaing, bagaimana pesaing dipandang konsumen, serta apa kebutuhan dan preferensi konsumen. Akhirnya, posisi di evaluasi keberadaan efektifitasnya menggunakan kriteria spesifik seperti pangsa pasar maupun profit termasuk keunggulan bersaing. Masalah yang terpenting disini, yaitu, tentang pemposisian kembali. Dalam kenyataannya, ini bukanlah suatu perubahan melainkan feedback dari output evaluasi posisi. Walau pun memang terkadang posisi dirubah sehingga sama sekali bukan yang semula. Hal demikian bukanlah pemposisian kembali melainkan perubahan posisi atau dengan kata lain pemposisian kembali mengandung unsur penyesuaian keadaan semula sehingga kembali masuk pada tahap awal, yaitu, rekonsep posisi. Karena terjadi rekonsep posisi maka segmen pun berpeluang muncul. Demikianlah yang dimaksudkan diawal segmentasi dengan posisi berhubungan reciprocal.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Please sign in to add your comment Total comments in this abstract : 1

Komentar

Showing 1 out of 1   Please sign in to add your comment
  1. my comment for u

    wahyu

    02 Desember 2007

    standar banget, baru baja dikit aja udah males. lebih explore lagi dong. thanks

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.