Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Humor 2012

oleh: Andita_lanz     Pengarang : Stephen
ª
 
CERITA 1
Ada seorang lelaki yang sedang mencoba untuk mengerti akan alam semesta ini, dia mencoba untuk mengerti akan keberadaan Sang Pencipta. Setelah mengerti akan semuanya, dia merenung dan berdiam diri dan akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya kepada Sang Pencipta :
“Wahai Sang Pencipta, berapa lamakah satu juta tahun bagi dirimu ?”
Sang Pencipta menjawab : “Satu juta tahun terasa seperti satu menit saja”
Kemudian lelaki itu bertanya lagi :
“Sang Pencipta, seberapa besar 100 juta bagi dirimu ?”
Sang Pencipta menjawab : “Seratus juta seperti seratus perak saja”
Akhirnya lelaki itu bertanya lagi sambil memohon : “Wahai Sang Pencipta berilah aku seratus perak ?”
Dan Sang pencipta menjawabnya dengan tenang :
“Sebentar ya tunggu satu menit“.
CERITA 2
Seorang gadis dari Jawa dan seorang gadis dari Jakarta duduk bersebelahan di sebuah pesawat yang menuju Menado, Sulawesi. Gadis dari Jawa mencoba untuk menyapa dan beramah-tamah kepada semua penumpang yang ada dalam jangkauannya, dan akhirnya bertanya kepada gadis dari Jakarta di sebelahnya :
“Kalo emba ini dari mana ya?” dengan medok Jawanya yang khas.
Gadis dari Jakarta mendelik dan menjawab : “Kalo gw datang dari tempat yang kebanyakan orangnye gaul dan kalo pade nanya gak kayak begitu nanyanya ! Ngarti kagak !”.
Gadis dari Jawa kaget dan duduk terdiam, setelah beberapa saat kembali bertanya :
“Jadi.......Mba Jablay ini asalnya dari mana toh ?”
CERITA 3
Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah untuk murid kelas 2 SD, termasuk si Sukin, si murid baru. Oleh karena setelah libur panjang,sang guru berinisiatif untuk mentest muridnya agar tidak terlena dengan enaknya libur. Satu per satu muridnya disuruh berhitung sampai 50. Beberapa diantaranya ada yang lumayan bisa, berhitung sampai 30 atau 40 hanya dengan sedikit kesalahan saja. Selebihnya malah tidak bisa berhitung lebih dari 20. Si Sukin, malahan, luar biasa sekali berhitungnya. Dia dapat berhitung sampai 50 bahkan mendekati 100 tanpa kesalahan, lancaaar. Sangking senangnya setelah sekolah ia berlari pulang dan bercerita ke bapaknya bahwa dia bisa lancar berhitung. Sang bapak mengangguk-angguk dan mengelus kepalanya sambil berkata :
“Itu biasa soalnya kamu tuh orang Batak “. Besoknya pelajaran bahasa,dan si guru mentest muridnya satu persatu mengeja huruf dari A sampai Z. Ada yang bisa, ada yang tidak, ada yang malah hanya sampai S dan T. Tapi Sukin luar biasa senangnya,dia dapat mengeja dari awal sampai akhir. Sekali lagi dia bercerita ke bapaknya betapa senangnya dia di sekolah barunya itu, “Itu karena kau tuh orang Batak “ begitu bapaknya menjelaskan.
Keesokan hari setelah pelajaran olahraga renang, murid-murid lelaki segera mandi untuk pergi ke kelas. Si Sukin segera menyadari sewaktu mandi, dibandingkan anak lain nampaknya dia agak sedikit lebih besar dan sedikit “berlebih” panjang. Ini membuat nya bingung sepanjang hari. Malamnya sebelum tidur dia bercerita kepada bapaknya :
“Pak, mereka semua punyanya kecil-kecil,tapi kalo saya punya bisa 5 kali lebih besar dari punya mereka,apa karena saya orang Batak ya Pak ?” tanyanya.
“Enggak nak,bukan begitu “ jelas bapaknya,
“Itu soalnya umur kamu tahun ini sudah masuk 15 tahun”.
Diterbitkan di: 25 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.