Kutipan pengakuan berikut saya dapatkan dalam buku berjudul ''Spy Catcher'', otobiografi mantan agen rahasia Inggris MI-5 (bukan MI-6-nya si James Bond) yang bekerja di bagian tehnik yang menyangkut peralatan radio (seperti Q di
film James Bond).
Pada suatu saat Peter (si penulis buku) mendapat tugas memasang peralatan
untuk menyadap dan merekam gambar di kamar hotel yang direncanakan bagi Presiden RI Soekarno. Seperti diketahui umum,
Bung karno memang
sangat menyukai keindahan dan wanita, sehingga menjadi ''sasaran empuk'' bagi kegiatan spionase semacam
ini.
Ketika saat yang ditunggu-tunggu tiba, semuanya ternyata berjalan
dengan mulus sesuai rencana, yaitu ''film biru'' Bung Karno yang sedang berkencan dengan seorang wanita (yang tidak disebutkan namanya) berhasil direkam.
Dengan sangat yakin, keesokan harinya pihak MI-5 mengirimkan undangan resmi kepada Presiden Soekarno untuk suatu pertemuan, dan undangan tersebut pun dipenuhi. Bung Karno menyaksikan ''pertunjukan'' tersebut dengan tenang, dan bahkan terlihat sangat menikmatinya.
Setelah pertunjukan selesai, seorang agen bertanya kepadanya, " Well, Mr. President , apa yang harus kami lakukan sehubungan dengan film ini?"
Dengan tenang Bung Karno menjawabnya, "Oh, ini bagus sekali! Kita harus mencari produser yang bersedia membuat sejumlah besar copy untuk film ini. Saya ingin seluruh rakyat saya ikut menyaksikannya dan belajar dari situ."
Resensi lain tentang Spy Catcher