Setelah perdebatan selama bertahun-tahun,
para ilmuwan
di Inggris kini mempunyai bukti
bahwa ikan bisa merasa kesakitan.
Para ilmuwan itu menemukan sistem penerimaan di kepala ikan yang
terhubung dengan semacam substansi kimia perasa. Gangguan yang datang
akan diterima substansi itu dan akibatnya ikan akan berperilaku tidak
wajar serta mengalami perubahan secara fisiologis. "
Reaksi itu memenuhi
kriteria dari apa yang disebut rasa
sakit pada binatang," ujar Dr.
Lynne Sneddon, kepala
peneliti.
Dalam percobaan, para ilmuwan menginjeksikan racun dari sengat lebah
atau asam asetat ke bibir beberapa ikan trout. Sementara sebagian ikan
lain diberi air garam atau sekedar dipegang-pegang.
Reaksinya, ikan-ikan trout yang diberi racun lebah mulai memperlihatkan
gerakan menggelepar serupa dengan reaksi binatang yang mengalami stres.
Sedangkan ikan yang diberi asam asetat menggesek-gesekkan bibirnya pada
batu-batuan di dasar aquarium. "Hal ini jelas bukan reflek tapi reaksi
kesakitan," kata Sneddon.
Lebih jauh, tim peneliti dari Roslin Institute dan dari University of
Edinburgh itu juga menemukan bahwa ikan memiliki polymodal nociceptors.
Yaitu, sistem penerima di kepalanya yang akan bereaksi terhadap adanya
kerusakan jaringan. Inilah untuk pertama kalinya sistem penerima itu
ditemukan pada ikan.
Yang jelas hasil penelitian dan penemuan di atas, menurut kelompok
penyayang binatang, menunjukkan bahwa memancing adalah tindakan yang
menyakiti ikan. Nah, lu!
"Kami akan menghimbau para pemancing agar meletakkan pancingnya.
Sungguh sangat aneh bahwa dalam kemajuan ilmu pengetahuan seperti saat
ini orang-orang masih mempertanyakan apakah ikan memiliki rasa sakit
atau tidak," tandas Dawn Carr dari kelompok People for the Ethical
Treatment of Animals.
Resensi lain tentang ikan juga sakit