Suatu Ekspresi Kekristenan Jawa Pada Abad XIX.
Buku ini merupakan salah satu buku yang terakhir ditulis dan diterjemahkan mengenai sosok Kiai Sadrach dan jemaatnya.
Dalam buku yang diangkat dari disertasi doktoral pendeta Soetarman S. Partonadi ini terlihat dengan cukup jelas bagaimana Kiai Sadrach telah menempatkan tanggung jawabnya kepada Tuhan dan jemaat-Nya di atas segala-galanya, bahkan di atas tata cara dan tata tertib ''gereja Zending'' Belanda pada saat itu.
Tanpa ragu dan sangat berasil ia mengemas Injil Yesus Kristus dala budaya sukunya, sehingga kehidupan jemaat yang dibinanya tidak menjadi tercabut dari akar dan sumber budaya Jawanya.
Melalui Kiai Sadrach dan jemaat yang telah dibangunnya, gambaran tentang Kristus di antara orang-orang Jawa menjadi sungguh-sungguh nyata. Bukan lagi Belanda dan tidak secara hakiki Jawa. Kristus menjadi terangkat di atas segala-galanya. Hanya kepada-Nyalah baik yang Belanda maupun yang Jawa sama-sama tunduk dan menaklukkan diri. Tidak lagi muncul anggapan yang salah bahwa Jawa tunduk kepada Belanda, atau Belanda tunduk kepada Jawa, malainkan keduanya tunduk kepada Kristus.
Di hadapan Kristus keduanya adalah setara dan sejajar sebagai obyek karya keselamatan yang dikerjakan-Nya.
Dalam penghayatan iman Kiai Sadrach yang bernuansa pembebasan, kemandirian, dan kemerdekaan, Kristus adalah Sang Pembebas yang sejati.
Penerbit: BPK Gunung Mulia
Jl. Kwitang 22-23
Jakarta 10420
Telp. (021) 390 1208
Fax. (021) 390 1633
Email bpkgmtri@centrin.net.id
Website http://www.bpkgm.com
Resensi lain tentang Komunitas Sadrach dan Akar Kontekstualnya