Novel ini bukan novel biasa. novel tentang tragedi, elegi, dan katastrofa yang menyayat jiwa. ada amarah, ada kecamuk, ada
darah. sebuah novel lintas zaman yang menggugah.
Afifah Afra, sang penulis novel ini, mempertemukan dua peristiwa sejarah dalam satu benang hikmah lewat alur cerita yang menghentak.tidak hanya itu, Afifah Afra sangat piawai dalam memainkan kata, memberinya ruh yang membuat setiap kata memiliki kekuatan.
Dalam novel ini sarat dengan pelajaran silam dari budaya keraton hingga peristiwa berdarah menjelang reformasi yang melibatkan etnis cina dan mahasiswa. Afifah Afra meramunya dengan bahasa yang tidak men-judge,namun memaparkan apa adanya. dalam novel itu diceritakan kisah cinta wanita keturunan cina dengan seorang mahasiswa aktivis yang kemudian kandas sejak peristiwa mei berdarah. wanita keturunan cina itu diperkosa orang-orang yang juga melakukan penjarahan dan pembantaian terhdap etnis cina. terjadilah konflik yang pelik antara sang wanita etnis cina dengan mahasiswa.
Afifah Afra sepertinya ingin mengulang kisah sukses novel de winst dengan novel terbarunya ini