• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Buku Petunjuk, Pedoman Penggunaan & Manual>Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif

.

Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif

oleh : cashflow88    

Pengarang : Theodorus M. Tuanakotta
Buku Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif ka­rangan Theodorus M. Tuanakota beru­saha menjawab ber­bagai pertanyaan seputar
fraud, pence­gahan, pendeteksian, sampai dengan pengungkapan fraud mela­lui audit investigatif dan akuntansi forensik yang meru­pakan inti dari buku ini. Buku dibagi dalam lima bagian dan terdiri dari tiga puluh bab. Theodorus menje­laskan istilah akun­­tansi forensik lebih tepat digunakan jika sudah bersing­gung­an dengan bidang hukum. Sementara hasil audit investigatif dapat, tetapi tidak harus, digunakan dalam proses pengadilan atau bentuk penyelesaian hukum lainnya. Dalam pene­rapannya akuntansi forensik memang banyak bersing­gungan dengan hukum. Pengungkapan kasus Bank Bali adalah contoh keberhasilan akuntansi forensik. Auditor PwC ber­hasil menun­jukkan aliran dana yang ber­sumber dari pen­cairan dana penjaminan Bank Bali.
Theodorus mencatat akuntansi forensik pada dasarnya sudah diprak­tikkan di Indonesia jauh sebelum krisis ekonomi. BPKP berperan besar dalam bidang ini pada masa peme­rin­tahan orde baru. Banyak audit khusus yang dila­kukan BPKP da­lam tiga dekade meru­pakan akuntansi forensik.
Mengingat akuntansi forensik se­lalu bersinggungan de­ngan hukum, da­lam pengumpulan bukti audit seorang akun­tan forensik harus memahami ma­salah hukum pem­buktian. Bukti yang di­­kum­pulkan harus dapat diterima di pengadilan. Cara perolehan bukti pun tidak boleh melang­gar hu­kum, karena dapat berakibat ditolak­nya alat bukti ter­se­but. Beban pem­buktian dalam kasus fraud haruslah beyond reason­able doubt atau me­lampaui keraguan yang layak.
Seorang auditor fraud harus memi­liki kemampuan yang unik. Disamping keahlian teknis, seorang auditor fraud yang sukses mempunyai kemampuan mengumpulkan fakta-fakta dari ber­bagai saksi secara fair, tidak memihak, sahih, dan aku­rat, serta mampu melapor­kan fak­ta-fak­ta itu secara akurat dan leng­kap. Auditor fraud adalah ga­bung­an antara pengacara, akuntan, kri­mi­nolog, dan investigator
Korupsi merupakan salah satu bentuk fraud. Mengingat ting­kat korupsi di Indonesia sangat tinggi pembahasan masalah korupsi memperoleh perhatian yang cukup luas pada buku ini. Theodorus bahkan merasa perlu menempatkan pembahasan masalah korupsi dan investigasi tindak pidana korupsi pada bab tersendiri, sekali pun di bab-bab yang lain juga banyak menyinggung masalah korupsi. Dapat dikatakan pemberantasan korupsi menjadi topik utama dalam buku Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif ini. Untuk dapat melaksanakan akuntansi forensik yang memadai, seorang akuntan harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang korupsi. Hal ini karena bagian terbesar kasus fraud di Indonesia yang melibatkan akuntansi forensik terkait dengan masalah korupsi.
Diterbitkan di: Juni 11, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.