Tulisan ini diperuntukkan bagi mereka yang telah berkeluarga. Bukan bagi mereka yang menggunakan
sperma (air mani) dari hasil persetubuhan di luar nikah. Semua itu cara itu tiada manfaatnya. Hubungan suami
istri sangat sakral.
Dalam tulisan sebelumnya diulas masalah tata karma berhubungan berdasarkan kitab bugis. Kali ini penulis melanjutkan tulisan kasiat air mani untuk membuat awet muda.
Hingga kini, masyarakat bugis masih memiliki pemahaman bahwa air mani memiliki khasiat sebagai bahan awet muda. Bahkan pengetahuan medis pun membenarkan air mani mengandung zat istimewa yang berfungsi sebagai nutrisi bagi kulit.
Tata cara pembasuhan air mani (sperma), setelah berhubungan, yaitu sang suami mengambil air mani menggunakan jari tengah dari farji istri. Ia kemudian meletakkan di telapak tangannya. Setelah itu mengambil air liur dari langit-langit (mulut) yang disebut sumur Qalkautsar. Kedua campuran ini diaduk di telapak tangganya.
Sebelum mengusapkan ke tubuh istrinya, membaca doa dan mantra.
Bagian tubuh yang diusap yaitu pada
1. Ubun-ubun
2. Perantara Alis
3. Hidung
4. Pangkal tenggorokan
5. Pusar
6. Paha
7. wajah
8. Tubuh hingga batas pusar
Adapun untuk suami, yaitu mengambil air mani yang tersisa di batang zakarnya untuk awet muda bagi dirinya sendiri.
Catatan : klik ishak_zainal, untuk melihat tulisan yang berkaitan di atas sebelumnya. Jangan lupa memberi nilai.