Komunikasi massa merupakan bagian dari ketrampilan dan ilmu (Mitchell Charnely, 1975). Suatu ketrampilan yang melibatkan tehnik-tehnik yang dapat dipelajari seperti bagaimana cara membidik obyek dengan memfokuskan kamera televisi, mengoperasikan sebuah alat perekam atau “tape recorder”, dan membuat catatan selama wawancara. Hal ini merupakan seni yang mengasah kepekaan kreativitas yang merupakan tantangan dalam menulis sebuah skrip televisi untuk membuat sebuah dokumen televisi, membangun sebuah pekerjaan yang menyenangkan dan enak dipandang yang “eye-catching” untuk sebuah iklan majalah, sesuatu yang mudah diingat, yang kerja keras dalam menciptakan lead cerita dalam sebuah berita. Ini adalah ilmu yang prinsipi-prinsipnya dapat diverfikasi yang membuat karya komunikasi dapat digunakan secara efektif.