BELAJAR DARI KELEDAI
Summary ratings: 3 stars
(xx voters)
Kunjungan:
26
kata:
300
Diterbitkan di: Februari 23, 2008
Suatu
hari
keledai
milik
seorang
petani
jatuh
ke
dalam
sumur.
Hewan
itu
menangis
dengan
memilukan
selama
berjam-jam,
semetara
si
petani
memikirkan
apa
yang
harus
dilakukannya.
Akhirnya,
Ia
memutuskan
bahwa
hewan
itu
sudah
tua
dan
sumur
juga
perlu
ditimbun
(ditutup
karena
berbahaya);
jadi
tidak
berguna
untuk
menolong
si
keledai.
Ia
mengajak
tetangga-tetangganya
untuk
datang
membantunya.
mereka
membawa
sekop
dan
mulai
menyekop
tanah
ke
dalam
sumur. Pada
mulanya,
ketika
si
keledai
menyadari
apa
yang
sedang
terjadi,
ia
menangis
penuh
kengerian.
Tetapi
kemudian,
semua
orang
takjub,
karena
si
keledai
menjadi
diam.
Setelah
beberapa
sekop
tanah
lagi
dituangkan
ke
dalam
sumur,
si
petani
melihat
ke
dalam
sumur
dan
tercengang
karena
apa
yang
dilihatnya. Walaupun
punggungnya
terus
ditimpa
oleh
bersekop-sekop
tanah
dan
kotoran,
si
keledai
melakukan
sesuatu
yang
menakjubkan.
Ia
mengguncang-guncangkan
badannya
agar
tanah
yang
menimpa
punggungnya
turun
ke
bawah,
lalu
menaiki
tanah
itu Sementara
tetangga2
si
petani
terus
menuangkan
tanah
kotor
ke
atas
punggung
hewan
itu,
si
keledai
terus
juga
menguncangkan
badannya
dan
melangkah
naik.
Segera
saja,
semua
orang
terpesona
ketika
si
keledai
meloncati
tepi
sumur
dan
melarikan
diri! Kehidupan
terus
saja
menuangkan
tanah
dan
kotoran
kepadamu,
segala
macam
tanah
dan
kotoran.
Cara
untuk
keluar
dari
''''sumur''''
(kesedihan,
masalah,
dsb)
adalah
dengan
menguncangkan
segala
tanah
dan
kotoran
dari
diri
kita
(pikiran,
dan
hati
kita)
dan
melangkah
naik
dari
''''sumur''''
dengan
menggunakan
hal-hal
tersebut
sebagai
pijakan. Setiap
masalah-masalah
kita
merupakan
satu
batu
pijakan
untuk
melangkah.
Kita
dapat
keluar
dari
''''sumur''''
yang
terdalam
dengan
terus
berjuang,
jangan
pernah
menyerah!
Guncangkanlah
hal
negatif
yang
menimpa
dan
melangkahlah
naik!!!