Selama ini beredar anggapan bahwa karyawan adalah status yang tidak
memungkinkan orang menjadi kaya. Anggapan ini dilanjutkan
dengan
anggapan lain bahwa hanya dengan menjadi pengusaha sajalah orang bisa
menjadi kaya. Berawal dari dua anggapan tadi, buku ini mencoba
memberikan pandangan yang berbeda dan tegas bahwa seorang karyawan pun
bisa menjadi kaya tanpa harus meninggalkan pekerjaan tetapnya dan
beralih menjadi pengusaha. Buku ini diawali dengan uraian yang mencoba
mengubah cara pandang terhadap pendapatan yang selama ini diperoleh
seorang karyawan, definisi tentang kekayaan yang tidak berhubungan
dengan penghasilan tinggi, dan bagaimana seseorang dapat kaya berapapun
penghasilan yang didapatnya. Untuk itu, penulis mengemukakan lima kiat
praktis yang dapat dilakukan dalam mengelola gaji agar bisa kaya.
Pertama, dengan membeli dan memiliki sebanyak mungkin harta
produktif.
Harta produktif adalah harta yang dapat menghasilkan pendapatan yang
dapat berupa deposito, reksadana, rumah dan lain-lain. Dengan memiliki
harta produktif, ada kesempatan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Kedua, mengatur
pengeluaran, yaitu dengan melakukan pertimbangan dan
menetapkan prioritas dalam memutuskan pengeluaran. Pengeluaran yang
efektif memungkinkan kita mendapatkan tambahan modal untuk memperbanyak
harta produktif. Ketiga, berhati-hati dalam berutang. Keempat,
menyisihkan penghasilan untuk pos-pos pengeluaran di masa yang akan
datang. Merencanakan dari jauh-jauh hari pengeluaran yang akan
dilakukan di masa yang akan datang mempermudah mewujudkan keinginan
tersebut tanpa harus mengorbankan harta produktif yang ada. Kelima,
memiliki proteksi seperti asuransi kesehatan, pendidikan anak, dan
pensiun. Dengan kelima kiat praktis ini, jika dilakukan dengan cermat
dan disiplin, penulis yakin seorang karyawan tidak akan ragu lagi untuk
meneriakkan “siapa bilang jadi karyawan nggak bisa kaya?”