King membuka dengan narasi tentang masa lalunya. Dia berusaha memaparkan latar belakang yang membentuk kemampuannya
dan karirnya. Bagian kedua disebut dengan kotak perkakas. Perkakas pertama
adalah kosa kata. Hal terpenting bagi King bukan banyaknya kosa kata tapi bagaimana anda memakainya. Pakailah juga kata pertama yang terlintas dalam pikiran, jika ia tepat dan penuh warna. Perkakas kedua adalah tatabahasa. Ketaatan pada tata bahasa dianjurkan kecuali jika bisa menunjukkan hasil lebih baik. Jujurlah dan singkirkan kekuatiran dan kepurapuraan. Ketiga adalah gaya tulisan. Paragraf dalam
fiksi tidak terlalu terstruktur karena yang penting adalah iramanya dan bukan melodinya.
Menurut King intinya : 1. tulisan bagus berisi penguasaan atas hal hal mendasar (kosa kata, tata bahasa, gaya tulisan). 2.
jadi penulis baik dengan kerja keras, dedikasi dan bantuan yang tepat. Dia sarankan agar banyak
baca tulis. King sendiri membaca sekitar 70 – 80 buku dalam setahun. Kegiatan baca tulis ini harus karena menikmatinya. Membaca adalah pusat kreatif kehidupan penulis. Disarankan baca tulis 4 – 6 jam sehari.
Membaca menciptakan kemudahan dan keakraban dalam proses
menulis. Ia akan membawa ke sebuah pola pikir untuk menulis dengan penuh semangat. Hati / pikiran harus mantap, sediakan waktu (dia pagi).
Tujuan juga harus kongkrit.
Tulislah apa yang kausukai plus aspek kehidupan dan buat jadi karya unik dengan mencampurnya dengan pengetahuan pribadimu sendiri tentang kehidupan, persahabatan, hubungan antar manusia, dan pekerjaan. Apa yang kau tahu adalah bumbu seperti kata John Grisham.
Ada tiga bagian dalam novel : narasi yang menggerakkan cerita dari A ke Z. deskripsi yang menimbulkan realitas kesadaran bagi pembaca. Dialog yang membuat tokoh tokoh hidup dengan melalui ucapan ucapannya.
King tak percaya pada alur cerita / plot karena kehidupan tidak direncanakan. Juga karena rencana dan spontanitas beda. Cerita terjadi dengan sendirinya. Penulis tinggal memberi tempat mereka berkembang.Paragraf dalam fiksi tidak terlalu terstruktur karena yang penting adalah iramanya dan bukan melodinya.
Menurut King intinya : 1. tulisan bagus berisi penguasaan atas hal hal mendasar (kosa kata, tata bahasa, gaya tulisan). 2. jadi penulis baik dengan kerja keras, dedikasi dan bantuan yang tepat. Dia sarankan agar banyak baca tulis. King sendiri membaca sekitar 70 – 80 buku dalam setahun. Kegiatan baca tulis ini har cek ulang kalau ada tingkatkan.
Tema tidak penting. Jangan mulai dengan memperhatikan tema, akan jadi buruk. Awali dengan cerita yang berkembang jadi tema. Bukan sebaliknya.
Tentang revisi – ada dua draft dan pemolesan.
Sebaiknya ada pembaca ideal yang memberi komentar dan kritik. Dia juga membantu menemukan kecepatan stabil atau tidak.
*
Resensi lain tentang On Writing