• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Buku>Buku Petunjuk, Pedoman Penggunaan & Manual>Keajaiban Shalat Hajat --Membuat Keinginan Menjadi Kenyataan

.

Keajaiban Shalat Hajat --Membuat Keinginan Menjadi Kenyataan

oleh : AdeHidayat     

Pengarang : Ibnu Thahir

  “Barangsiapa yang memunyai kebutuhan (hajat) kepada Allah atau salah seorang manusia dari anak-cucu adam, maka
wudhulah dengan sebaik-baik wudhu. Kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat), lalu memuji kepada Allah, mengucapkan salawat kepada Nabi saw Setelah itu, mengucapkan “Laa illah illallohul haliimul kariimu, subhaana.... (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah) 

Diriwayatkan dari Abu Sirah an-Nakh’iy, dia berkata, “Seorang laki-laki menempuh perjalanan dari Yaman. Di tengah perjalan keledainya mati, lalu dia mengambil wudhu kemudian shalat dua rakaat (shalat hajat), setelah itu berdoa. Dia mengucapkan, “Ya Allah, sesungguhnya saya datang dari negeri yang sangat jauh guna berjuang di jalan-Mu dan mencari ridha-Mu. Saya bersaksi bahwasanya Engkau menghidupkan makhluk yang mati dan membangkitkan manusia dari kuburnya, janganlah Engkau jadikan saya berhutang budi terhadap seseorang pada hari ini. Pada hari ini saya memohon kepada Engkau supaya membangkitkan keledaiku yang telah mati ini.” Maka, keledai itu bangun seketika, lalu mengibaskan kedua telinganya.” (HR Baihaqi; ia mengatakan, sanad cerita ini shahih)
“Ada seorang yang buta matanya menemui Nabi saw, lalu ia mengatakan, “Sesungguhnya saya mendapatkan musibah pada mata saya, maka berdoalah kepada Allah (untuk) kesembuhanku.” Maka Nabi saw bersabda, “Pergilah, lalu berwudhu, kemudian shalatlah dua rakaat (shalat hajat). Setelah itu, berdoalah....” Dalam waktu yang singkat, laki-laki itu terlihat kembali seperti ia tidak pernah buta matanya.” Kemudian Rasulullah saw bersabda, “Jika kamu memiliki kebutuhan (hajat), maka lakukanlah seperti itu (shalat hajat).”   (HR Tirmidzi)
Setiap manusia memiliki kebutuhan dan keinginan, bahkan bisa dikatakan keinginan tersebut selalu ada dan tidak terbatas. Dari mulai keinginan yang dibutuhkan menyangkut dirinya sampai kepada keinginan yang dibutuhkan menyangkut sebuah negara. Bagi yang beriman, segala kebutuhan, cita-cita, harapan, dan keinginan tersebut, tidak serta merta selalu ditempuh melalui jalan usaha secara praktis belaka. Akan tetapi, ia akan terlebih dahulu mengadukannya kepada Allah SWT, sebab Dia adalah Dzat Yang Mahakaya, yang memiliki langit, bumi, dan seluruh alam semesta, Dzat Yang tidak bakhil dalam memberi kepada yang memohon dan meminta kepada-Nya. Oleh karena itu, Rasulullah saw setiap kali menghadapi kesulitan beliau selalu mengadukannya kepada Allah SWT melalui shalat. Mengadu dan memohon kepada Tuhan yang tidak pernah sekali pun berada dalam lemah dan miskin. Kenapa? Karena shalat adalah jalan keluar bagi mereka yang memiliki kesulitan dan kebutuhan, juga sebagai media dimana seorang hamba mengadukan segala persoalan hidup yang dihadapinya.
Di dalam Al-Qur`an, Allah SWT berfirman, “Dan mintalah pertolongan kepada Tuhanmu dengan melaksanakan shalat dan dengan sikap sabar.” (QS Al-Baqarah <2>: 45)
Shalat hajat, ditetapkan atau disyariatkan yang secara khusus dikaitkan kepada ibadah bagi yang sedang memiliki kebutuhan atau permasalahan. Dan tentunya, ini lebih spesifik dibandingkan dengan shalat-shalat lain dan memiliki suatu keistimewaan sendiri dari Allah dan Rasulullah saw. 
Selain itu, shalat hajat merupakan suatu cara paling tepat dalam mengadukan permasalahan yang sedang dihadapi oleh seorang muslim. Shalat hajat merupakan salah satu jenis shalat yang disyariatkan di dalam Islam. Dasar hukum shalat hajat terdapat di dalam hadits Rasulullah saw. Para sahabat, ulama salaf, dan para shalihin biasa melakukan shalat hajat, terutama ketika mereka memiliki suatu kebutuhan, baik dalam situasi mendesak maupun dalam situasi biasa.
Dari beberapa keterangan yang terdapat di kitab-kitab, baik ulama salaf maupun khalaf (kontemporer), shalat ini telah banyak membuktikan keampuhan atau terkabulnya seluruh permohonan dari kebutuhan yang mereka pinta kepada Allah, sebagaimana yang terdapat pada bukuini. Shalat hajat juga merupakan bagian dari keringanan dan rahmat dari Allah SWT bagi hamba-Nya.
Pada praktiknya shalat hajat ini sangat mudah dan bisa dilakukan pada siang hari atau malam, tidak seperti pada shalat-shalat lainnya secara umum. Misalnya, shalat dhuha hanya bisa dilakukan pada saat matahari terbit sampai datangnya waktu zuhur, atau shalat tahajud yang hanya bisa dilakukan pada malam hari. Sebagai pembuktian atas kebenaran sabda Rasulullah terhadap shalat hajat, tidak terhitung banyaknya orang yang telah mendapatkan keajaiban dan terkabulnya permintaan atau hajat mereka. Bahkan, ada yang mendapatkan keajaiban dengan diturunkan malaikat kepadanya untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya, sebagaimana yang terdapat di dalam bab “Bukti Dan Kisah Nyata Orang-Orang Mendapatkan Keajaiban Shalat Hajat”
Untuk menambah kesempurnaan, buku ini juga dilengkapi tata cara shalat hajat dan doa-doa mustajab. Bacalah buku ini, amalkan, sebab semua orang memiliki kebutuhan. Setelah itu, kita akan merasakannya sendiri manfaatnya!
Diterbitkan di: Januari 03, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Komentar

Showing 6 out of 6   Tambahkan komentar Anda
  1. 10 Tinjauan 03 Januari 2008
    1

    Ahmad

    Shalat Hajat Cara Mengadu yang Paling Tepat

    Buku ini sangat penting dimiliki. Sebab, shalat hajat adalah media khusus yang diajarkan Rasulullah saw kepada umatkan untuk meminta tolong dan mengadu dalam setiap keluhan serta kebutuha. Sementara, manusia tidak bisa lepas dari permasalahan hidup, baik yang ringan maupun yang berat.

  2. 3 Tinjauan 07 Oktober 2008
    2

    hang_me

    Subhanallah

    Buku ini sangat bermanfaat. Bukan hanya karena mengajarkan tentang sholat hajat yang dapat mengabulkan keinginan semata-mata, tetapi juga mengajarkan keikhlasan menerima nasib karena sesungguhnya keikhlasan akan menghadirkan ketenangan dalam menghadapi kondisi apapun. ketenangan itu mencerminkan kesabaran dan tafakkur dalam usaha mewujudkan keinginan.

  3. 1 Tinjauan 10 Oktober 2008
    3

    mongga

    Jazakallah..

    Makasi banyak buat review nya. Allah memang satu-satunya tempat kita mengadu.

  4. 0 Tinjauan 20 Februari 2009
    4

    mangkurogone

    Keyakinan adalah iman

    Kita bersyukur rosul memberi peninggalan berupa doa doa dan macam macam sholat.akan tetapi kembali kepada keimanan kita,harus berhati hati agar doa atau sholat itu sendiri jangan menjadikan syirik yang membawa kita lupa bahwa yang mengabulkan semua itu adalah allah.salam

  5. 0 Tinjauan 05 Juni 2009
    5

    nemozuko

    ALLAH'S LOVE

    Demi Allah satu-satunya ibadah yang hanya orang-orang tertentu dan memang ingin mendekatkan diri hanya pada Tuhanlah yang mudah dan dapat untuk melaksanakannya dengan khusyu'. Tuhan berkata,"MINTALAH KEPADAKU PASTI AKAN AKU BERI". kalimat itulah yang terus memotivasi aku, bahwa DIA sangat menyayangi hambaNYA yang kembali kepadaNYA dan senantias mengingat akan NAMANYA. saat kita mendekat kepadaNYA dengan senantiasa DIA akan menerima kita apa adanya dan seberapa besarpun dosa kita, Tuhan pasti akan mengampuni kita semua. rindu sekali aku bertemu denganNYA.

  6. 1 Tinjauan 10 Juni 2009
    6

    herchel35

    ;)

    > http://conscelebres.com/numero12/edito.html <script type="text/javascript"><!-- google_ad_client = "pub-8927472872787939"; google_ad_width = 728; google_ad_height = 90; google_ad_format = "728x90_as"; google_ad_type = "text_image"; google_ad_channel =""; google_color_border = "FF4500"; google_color_bg = "FFEBCD"; google_color_link = "DE7008"; google_color_url = "E0AD12"; google_color_text = "8B4513"; //--></script> <script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"> </script>

Bookmark & share this post

.