"Keruklah tanah itu dengan jarimu dan mata air
akan muncul." demikianlah Bunda Maria berkata kepada Bernadette. <
br> Mengapa begitu banyak
orang datang berziarah ke Gua Maria, khususnya Lourdes?
Rm. John Lochran, yang selama
lebih dari sepuluh tahun menjadi pembimbing di Lourdes, menduga bahwa banyak orang datang ke Lourdes karena dahaga. Di
dalam hati
kita masing-masing ada kehausan akan hidup, kehausan akan jawaban-jawaban terhadap kegelisahan hati, kehausan akan kesembuhan dan keutuhan tubuh, dan terlebih kehausan untuk mencintai dan dicintai. Dan Lourdes hadir bagai oasis di tengah-tengah padang gurun kita. Lourdes merupakan
tempat yang dapat memuaskan dahaga kita.
"Tak ada tempat yang lebih nyata dari Lourdes," kata Bapa Paus Yohanes Paulus II. Di sini ada orang-orang yang datang dengan kesedihan dan keputusasaan. Kemudian pergi dengan harapan baru, hati baru, dan kehidupan baru. Di sinilah tempat ''si buta benar-benar melihat, si tuli dapat mendengar, dan si lumpuh dapat berjalan'', bukan hanya dalam realita fisik, namun terlebih di dalam hati.
Barangkali ada berbagai macam alasan mengapa orang pergi ke Lourdes, bahkan mungkin sekali kalau kita bertanya kepada satu juta orang yang pernah ke sana, kita akan mendapatkan satu juta jawaban yang berbeda. Kita tidak perlu mempercayai takhayul, dalam bentuk apapun (meskipun mengenai Lourdes atau tempat-tempat lain semacam ini, adalah sebuah kebodohan bila kita mempercayainya). Hal itu tidak mendasar untuk iman kita. Yang mendasar adalah bahwa Lourdes membawa kita ke sesuatu yang mendasar. Bunda Maria selalu mengingatkan kita kepada Injil. Bunda Maria selalu membimbing kita dalam bimbingan Roh Kudus kepada Yesus Putranya, yang membawa kita kepada cinta Bapa kepada kita. Lourdes lebih dari sekedar upacara atau prosesi, lebih dari sekedar tempat devosi, penyemuhan fisik, atau hal-hal lain yang bersifat dangkal. Lourdes adalah tempat kita disemuhkan Tuhan sendiri yang begitu mencintai kita.
Buku ini membawa kita menyadari apa arti devosi umat Katolik dalam arti yang lebih sejati, menyadari juga apa makna peziarahan lebih dari sekedar jalan-jalan atau mengunjungi tempat yang indah, karena masih banyak tempat lain yang jauh lebih indah dalam arti fisik dibandingkan Lourdes. Kita diajak untuk lebih dalam menyadari kenyataan bahwa Bunda Maria dihadirkan Tuhan di tempat kumuh, tempat sampah, ke peternakan babi, yang melambangkan bahwa Tuhan sendiri tidak menyangkal keburukan dan kelemahan kita, namun agar kita mau belajar menhadapinya dan mengubahnya, untuk mengingatkan kita bahwa Tuhan mencintai kita, untuk menemukan gambaran tentang Tuhan yang ada di dalam diri kita. Gambaran yang tidak dapat dihancurkan, meskipun telah dikuburkan, dikacaukan, dan dikusamkan oleh dosa-dosa kita atau dosa orang lain.
Lourdes terletak di lembah pegunungan. Daerah di sekitarnya berkisah tentang padang ruput hijau segar, biri-biri, dan para gembala. Kita diingatkan akan Bernadette, si penggembala kecil. Akan tulisan yang terdapat dalam Kitab Wahyu: "Dia akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan." (Why 7:17)
Buku ini diterjemahkan dari buku
Spring of Living Water, Reflections on the Message of Lourdes , John Locran, The Columba Press, Dyblin, 1996, oleh: Ig. Binartoto, P. Kurnianta, dan Fl. Christi Wardani.
Penerbit: KANISIUS (Anggota IKAPI)
Jl. Cempaka 9, Deresan.
Yogyakarta 55281
Kotak Pos 1125/Yk, Yogyakarta 5501
Telp. (0274) 588 783, 565 996
Fax. (0274) 563 349
Email: office@kanisius.co.id
kanissm@yogya.wasantara.net.id
Resensi lain tentang Lourdes, Sumber Air Kehidupan