Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Membaca Emosi Orang

oleh: liewie     Pengarang : Paul Ekman
ª
 
Pernahkah anda memikirkan apa yang orang lain rasakan saat anda mengucapkan sesuatu atau berbuat sesuatu di hadapannya? Sebagian besar dari anda semua pasti menjawab ‘tidak’. Itu adalah sebuah jawaban yang wajar. Bagaimanapun emosi adalah sebuah benda yang abstrak. ‘Misteri’ itulah kata yang muncul dalam benak saya tentang benda yang satu ini. Betapa tidak? emosi begitu banyak mencampuri kehidupan kita dan ikut mengambil alih pikiran kita yang notabene adalah kerja sang otak. Hanya saja kita tidak memiliki kesempatan sekalipun untuk melihatnya. Terkadang malah untuk merasakan emosi apa yang ada dalam diri kita saat-saat tertentu saja kita sering mengalami kesulitan.

Beruntung saja saya mendapat kesempatan membaca buku berjudul Membaca Emosi Orang ini dari rekan saya karena buku ini detail menjelaskan berbagai hal tentang emosi seseorang. Saya begitu takjub buku ini mampu mengubah pola pikir saya mengenai emosi. Bukan hanya karena buku ini disajikan dengan bahasa yang menarik. Tetapi juga karena pengalaman penulis yang begitu mapan dalam mengamati perilaku emosi di bidang ekspresi wajah yang sangat tercermin di sini. Penulis yang bergelar Professor Psikologi di Jurusan Psikiatri di Universty of California ini telah menerima banyak penghargaan termasuk di antaranya penghargaan Distinguished Scientific Contribution Award dari American Psychological Assciation (APA). Keberadaannya di dunia pun telah diakui karena beliau telah terdaftar di antara seratus psikolog paling berpengaruh di abad ke-20. Sebagai seorang yang telah berulang kali menjadi penasihat FBI, CIA, ATF, dan agen-agen serupa lainnya di negara sahabat tentu saja setiap pengetahuan yang tercurah dalam buku ini tidak dapat dipungkiri lagi keakuratannya.

“Baik itu ilmuwan atau orang awam tahu begitu sedikit tentang emosi, dan pentingnya hal itu dalam kehidupan kita” Kira-kira itulah latarbelakang di balik pembuatan buku ini. Buku lanjutan dari Membaca Pikiran Orang Seperti Membaca Buku ini memang berisi banyak tentang emosi. Mulai dari bagaimana emosi itu bekerja, bagaimana mengenali emosi itu ada dalam diri saat detik-detik emosional itu terjadi, cara terbaik mengatasi keadaan emosional anda, hingga bagaimana cara mengetahui emosi orang lain dalam kehidupan sosial kita. Buku berbau psikologi ini memiliki sembilan bab tentang emosi yang saling berkaitan.

Pembaca yang awam sekali di bidang psikologi tidak akan kebingungan membaca buku ini karena bagian pendahuluan dari buku ini menjelaskan hakikat emosi secara sederhana bahkan terkadang dibantu dengan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin anda pikirkan berikut jawabannya. Pada bab I anda akan diperkenalkan dengan emosi dan kaitannya dengan ekspresi yang menyertainya atau lebih sering disebut fisiologi emosi. Pada bab II buku ini anda akan diajak untuk mengetahui alasan mengapa anda emosi, apa saja pemicu emosi anda, dan bagaimana mengatur emosi itu agar tidak menjadi penghalang dalam pencapaian karir anda. Untuk anda yang memiliki permasalahan dalam mengetahui emosi anda sendiri, bab III mungkin dapat membantu permasalahan emosional anda sekaligus sebagai panduan memperbaiki emosi anda kembali. Selanjutnya masih berhubungan dengan bab-bab sebelumnya, bab IV akan menyajikan kepada pembaca bagaimana menyadari respon emosional ,baik dalam diri sendiri atau orang lain melalui wajah dan suara. Pembaca juga akan diajak untuk dapat mengontrol diri dari emosi yang berlebihan dengan cara-cara yang konstruktif. Bab-bab selanjutkan akan lebih menguak secara spesifik emosi-emosi yang sering ada alam kehidupan sosial kita, yaitu kesedihan dan penderitaan (bab V), kemarahan (bab VI), kejutan dan ketakutan (bab VII), kemuakan dan kejijikan (bab VIII), dan beragam kesenangan (bab IX). Selain itu, penulis mengajak pembaca untuk mencoba menebak emosi orang dari foto wajah yang telah diberikan untuk melatih kemampuan pembaca dalam membaca emosi orang lain dari ekspresi wajah.

Buku ini menarik untuk anda baca karena di dalam buku setebal 396 halaman ini, begitu banyak informasi yang sangat detail. Anda salah jika berpikir buku ini hanya cocok untuk kalangan psikolog atau mereka yang mempelajari bidang psikologi secara khusus karena buku ini disajikan dengan bahasa yang sederhana dan jauh dari istilah-istilah rumit psikologi. Andaipun ada istilah psikologi di dalam buku ini, penulis akan menyertakan penjelasannya di dalam kurung. Untuk mempermudah pembaca memahami apa yang dijelaskan, penulis menyelipkan foto-foto dan catatan kaki yang berkaitan.

Satu hal lagi yang unik dari buku ini adalah cara penulis mengungkapkan ide dan gagasannya dalam buku. Pengarang menulis buku ini layaknya bercerita sehingga pembaca secara tidak langsung diajak menyusuri lika-liku dalam menemukan “kaitan emosi dalam mempengaruhi ekspresi wajah” selama empat puluh tahun yang akhirnya tersaji untuk pembaca. Mungkin karena keinginan penulis menyajikan buku yang “padat” ini dalam bentuk softcover (sebelumnya berupa hardcover) maka penulis kurang memperhatikan kenyamanan pembacanya. Ukuran fontnya kurang besar sampai-sampai hampir sama besarnya dengan ukuran catatan kaki yang ada di bawahnya. Selain itu, ada baiknya kertas yang digunakan kertas yang agak kuning (bukan kertas HVS) sehingga pembaca tidak cepat lelah membaca buku yang padat akan tulisan ini. Seperti yang kita semua ketahui psikologi banyak membicarakan suatu proses. Mungkin akan lebih mudah dimengerti bila proses kaitan emosi dengan ekspresi wajah diberikan skema alur. Secara keseluruhan, buku yang memiliki sampul berwarna dominan hitam-putih dengan foto-foto wajah di atas dan bawahnya ini memang pantas disebut best seller.

Akhirnya saya yakin buku ini cocok untuk referensi yang tidak boleh terlewatkan oleh kalangan psikolog ataupun orang awam yang ingin membuka mata terhadap bahasa ekspresi untuk lebih mengenal emosi orang dan menjadikan pembaca lebih mantab saat dihadapkan oleh berbagai karakter orang di dunia kerja atau sosial. Selamat membaca!
Diterbitkan di: 14 Nopember, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana mengatasi emosi karena mengingat masa lalu yang tidak terkontrol,jika teringat pasti marah dan kesal seharian??? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    emosi trkdng mncul dgn sndri@ tu lach yg q alami skr nie gmna sich cra mngndalikan emosi.....? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Emosi siswa SMA? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.