Halaman Utama Shvoong > Film > Film Dokumenter > Hidangan Islami: Ulasan Komprehensif Berdasarkan Syari`at dan Sains Mo

.

Hidangan Islami: Ulasan Komprehensif Berdasarkan Syari`at dan Sains Mo

Pengarang : abu ziad
Ringkasan oleh : ipinpmh
Kunjungan : 26  kata: 900   Diterbitkan di: April 17, 2008








Hal ini penting untuk diketahui, terutama oleh pemuda-pemuda
kita yang sering pergi ke negara-negara Eropa dan Amerika, yang menjadikan
daging babi sebagai makanan pokok dalam hidangan mereka.



Dalam kesempatan ini, saya sitir kembali kejadian yang berlangsung ketika Imam
Muhammad Abduh mengunjungi Perancis. Mereka
bertanya kepadanya mengenai rahasia diharamkannya babi dalam Islam.

Mereka bertanya kepada Imam, "Kalian (umat Islam) mengatakan bahwa babi
haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba
dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi
diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses
sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing
pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?"



Imam Muhammad Abduh tidak langsung menjawab pertanyaan itu, dan dengan
kecerdikannya beliau meminta mereka untuk menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina,
dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina.



Mengetahui hal itu, mereka bertanya, "Untuk apa semua ini?" Beliau
menjawab, "Penuhi apa yang saya pinta, maka akan saya perlihatkan suatu
rahasia."



Mereka memenuhi apa yang beliau pinta. Kemudian beliau memerintahkan agar
melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk
mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari keduanya
hampir tewas
. Beliau lalu memerintahkan agar mengurung kedua ayam
tersebut.



Kemudian beliau memerintahkan mereka untuk melepas dua ekor babi jantan bersama
dengan satu babi betina. Kali ini mereka menyaksikan
keanehan. Babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan untuk
melaksanakan hajat seksualnya, tanpa rasa cemburu, tanpa harga diri atau
keinginan untuk menjaga babi betina dari temannya
.



Selanjutnya beliau berkata, "Saudara-saudara, daging babi membunuh
'ghirah' orang yang memakannya
. Itulah yang terjadi pada kalian. Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki
lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian
melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa
rasa cemburu, dan was-was
, karena daging babi itu menularkan
sifat-sifatnya pada orang yang memakannya."



Kemudian beliau memberikan contoh yang baik sekali dalam syariat Islam. Yaitu
Islam mengharamkan beberapa jenis ternak dan unggas yang berkeliaran di sekitar
kita, yang memakan kotorannya sendiri. Syariah memerintahkan bagi orang yang
ingin menyembelih ayam, bebek atau angsa yang memakan kotorannya sendiri agar
mengurungnya selama tiga hari, memberinya makan dan memperhatikan apa yang
dikonsumsi oleh hewan itu. Hingga perutnya bersih dari kotoran-kotoran yang
mengandung bakteri dan mikroba. Karena penyakit ini akan berpindah kepada
manusia, tanpa diketahui dan dirasakan oleh orang yang memakannya. Itulah hukum
Allah, seperti itulah hikmah Allah.



Ilmu pengetahuan modern telah mengungkapkan banyak penyakit yang disebabkan
mengkonsumsi daging babi. Sebagian darinya disebutkan oleh Dr.Murad Hoffman,
seorang Muslim Jerman, dalam bukunya "Pergolakan Pemikiran: Catatan
Harian Muslim Jerman", halaman 130-131:


"Memakan daging babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya
berbahaya, tetapi juga dapat menyebabkan meningkatnya kandungan kolestrol dan
memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh, yang mengakibatkan
kemungkinan terserang kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rematik. Bukankah
sudah kita ketahui, virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang
pada musim panas karena medium babi?"




Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihâdât fi at Tafsîr al penderita
penyakit ini di negara-negara yang penduduknya memakan babi, meningkat secara
drastis. Terutama di negara-negara Eropa, dan Amerika, serta di negara-negara
Asia (seperti Cina dan India).
Sementara di negara-negara Islam, persentasenya amat rendah, sekitar 1/1000.
Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 1986, dalam Konferensi Tahunan Sedunia
tentang Penyakit Alat Pencernaan, yang diadakan di Sao Paulo.



Kini kita tahu betapa besar hikmah Allah mengharamkan daging dan lemak babi.
Untuk diketahui bersama, pengharaman tersebut tidak hanya daging babi saja,
namun juga semua makanan yang diproses dengan lemak babi, seperti beberapa
jenis permen dan coklat, juga beberapa jenis roti yang bagian atasnya disiram
deng

Abstrak lain tentang Hidangan Islami: Ulasan Komprehensif Berdasarkan Syari`at dan Sains Mo

Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • adikhresna
  • Indoblogger
  • tanduk01
  • abduhradar
  • Abu Arda
  • Fredaing21
  • wimonline
  • cepot
  • wisnoe
  • ihan
  • iwamengarang
  • b0cah
  • tap181
  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro

.