Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Indikator Keefektifan Pembelajaran

Indikator Keefektifan Pembelajaran

oleh: Annha08    
ª
 
Pembelajaran dikatakan efektif apabila mencapai sasaran yang diinginkan, baik dari segi tujuan pembelajaran dan prestasi siswa yang maksimal, sehingga yang merupakan indikator keefektifan pembelajaran berupa:

1) Ketercapaian ketuntasan belajar;

2) Ketercapaian keefektifan aktivitas siswa, yaitu pencapaian waktu ideal yang digunakan siswa untuk melakukan setiap kegiatan termuat dalam rencana pembelajaran;

3) Ketercapaian keefektifan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran;

4) Respon siswa terhadap pembelajaran yang positif.

1) Ketercapaian Ketuntasan Belajar

Berdasarkan petunjuk pelaksanaan proses belajar mengajar Depdikbud (1994:39) terdapat kriteria ketuntasan belajar perorangan dan klasikal yaitu:

a) Seorang siswa dikatakan telah tuntas belajar jika siswa tersebut telah mencapai skor 65% atau nilai 65.

b) Suatu kelas dikatakan belajar siswa jika terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari atau sama dengan 85%.

Jadi dalam penelitian ini dikatakan tuntas apabila siswa mencapai skor 65% ke atas dan tuntas secara klasikal 85% ke atas.

2) Aktivitas Siswa

Menurut Chaplin (Fanyadibha, 2011) aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan organisme secara mental atau fisik. Aktivitas siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. Banyak jenis aktivitas yang dapat dilakukan oleh siswa di sekolah. Aktivitas siswa tidak hanya mendengarkan dan mencatat seperti yang lazim terdapat di sekolah-sekolah tradisional. Paul B. Diedrich (dalam Sardiman) membuat suatu daftar macam-macam aktivitas siswa yang antara lain dapat digolongkan sebagai berikut:

a) Visual activities, seperti membaca, memperhatikan gambar, memperhatikan demonstrasi percobaan pekerjaan orang lain.

b) Oral activities, seperti menyatakan, merumuskan, bertanya, memberi saran, mengeluarkan pendapat, mengadakan wawancara, diskusi, interupsi.

c) Listening activites, seperti mendengarkan: uraian, percakapan, diskusi, musik, pidato.

d) Writing activities, seperti menulis: cerita, karangan, laporan, angket, menyalin.

e) Drawing activities, seperti menggambar, membuat grafik, peta,
diagram.

f) Motor activities, seperti melakukan percobaan, membuat konstruksi, mereparasi model, bermain, berkebun, berternak.

g) Mental activites, seperti menanggapi, mengingat, memecahkan soal, menganalisis, melihat hubungan, mengambil keputusan.

h) Emotional activities, seperti menaruh minat, merasa bosan, gembira, berseman­gat, bergairah, berani, tenang, gugup.

Kriteria keberhasilan aktivitas siswa dalam penelitian ini ditunjukkan dengan sekurang-kurangnya 70% siswa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

3) Respon Siswa

Respon (Setya: 2012) menurut bahasa diartikan sebagai reaksi; jawaban; reaksi balik. Sedangkan respon menurut istilah merupakan suatu tanggapan dari sebuah topik bahasan yang dilakukan oleh seorang siswa atau lebih. Respon siswa merupakan gambaran reaksi yang muncul dari pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Guru merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi respon yang muncul dari siswa. Respon yang positif dapat muncul jika guru dapat menarik perhatian siswa dengan menerapkan pembelajaran yang bagus, menarik serta memberdayakan siswa. Berbagai cara dapat dilakukan, misal dengan membeikan kuis reward, permainan, atau penyajian konsep yang menarik dan berbeda dari bisaanya. Respon siswa yang positif dapat dilihat dari kegiatan pembelajaran yang efektif dan kondusif. Dalam proses pembelajaran ada berbagai sumber yang mempengaruhi terjadinya respon siswa, antara lain: guru, materi, pembelajaran, waktu, tempat, dan fasilitas. Adapun kriteria yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah minimal 80% siswa yang memberi respon positif terhadap jumlah aspek yang ditanyakan.

4) Pengelolaan Kelas oleh guru

Hubungan timbal balik berlangsung dalam situasi edukatif dapat dilihat dari ciri-ciri guru yang efektif dalam mencuiptakan kondisi belajar mengajar yang efektif.
Menurut Suryosubroto (1997:15) mengatakan bahwa:’ terdapat ciri-ciri guru yang efektif yaitu:1. Memulai dan mengakhiri pelajaratepat waktu2. Mengemukakan tujuan pembelajaran pada permulaan pembelajaran3. Menyajikan pelajaran langkah demi langkah4. Memberikan latihan praktis yang mengaktifkan semua siswa5. Mengajukan banyak pertanyaan dan berusaha memperoleh jawaban sebanyak-banyaknya.6. Mengerjakan kembali apa yang belum dipahami siswa7. Mengadakan evaluasi
Diterbitkan di: 31 Agustus, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.