Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Ilmu jiwa agama

oleh: lenterajiwa    
ª
 
Nama : Hasan Maftuh

Mata Kuliah : Ilmu Jiwa Agama

Nim : 111-10-143

Dalam kita memahami tentang ilmu jiwa tentunya kita akan dihadapkan dengan dua kata yaitu Ilmu dan Jiwa.Hal ini menjadi misteri karena setiap manusia tentunya memiliki apa yang dinamai “Jiwa”.Akan tetapi secara hakiki yang dimaksud dengan jiwa disini tentunya menjadi sulit diukur.Karena Jiwa itu sendiri bersifat absrak, maka untuk mempelajari kehidupan kejiwaan manusia hanya mungkin dapat dilihat dari gejala yang tampak yaitu dari sikap dan tingkah laku yang ditampilkannya.Selanjutnya berbicara tentang apakah yang dimaksud dengan agama, secara perspektif agama merupakan sesuatu yang bersangkutan dengan batin seseorang.Agama itu akan dipersepsikan dalam bentuk keyakinan.Bagaimana orang tersebut meyakini suatu agama yang dia ikuti.Untuk itu, maka sulit apabila ingin mengukur tingkat keberagamaan seseorang.Karena agama didasari dalam pengalaman subjektif, intern dan individuil seseorang.Maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa agama ini secara subtantif dapat dikatakan sebagai ikatan.Karena memang agama mengandung arti ikatan yang harus diikuti, dipegang dan dipatuhi manusia.

Adapun Prof. Dr. Zakiyah Darajar mendefinisikan Ilmu Jiwa Agama adalah ilmu yang meneliti pengaruh agama terhadap sikap dan tingkah laku seseorang atau mekanisme yang bekerja dalam diri seseorang.Karena cara seseorang dalam berfikir, bersikap, bereaksi, dan bertingkah laku tidak dapat dipisahkan dari keyakinan.Karena memang keyakinan itu masuk kedalam konstruksi kepribadiannya.[1]

Secara lebih rinci pandangan terhadap etika dalam kehidupan tidak lepas kaitannya dengan yang dinamai agama.Secara tidak langsung batasan-batasan tingkah laku manusia akan merasa diikat dengan adanya agama.Maka dalam hal itu agama selalu akan berhubungan dengan kehidupan manusia.Sejauh ini menunjukkan terjadi hubungan yang konvergen antara agama dengan jiwa seseorang yang saling berpengaruh.Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat keberagamaan seseorang dapat dilihat dalam perwujudan tingkah laku. Faktor tersebut adalah faktor sosial dalam agama dan faktor alami dalam agama.Akan menunjukkan fenomena yang signifikan dalam adanya kajian tersebut.Bentuk antisipasi sebagai dampak apabila terjadi masalah, maka dibentuklan suatu metode penelitian ilmiyah.Kajian dilakukan dengan mempelajari fakta-fakta berdasarkan data yang terkumpul dan dianalisis secara objektif.Adapun macam-macam metode tersebut diantaranya adalah Dokumen pribadi (Personal Document) dan Kuesioner dan Wawancara.

Apa saja yang menjadi ruang lingkup psikologi agama, yaitu akan bermuara dalam pemahaman terhadap perilaku keagamaan dengan menggunakan psikologi.Cakupannya memang luas karena didalamnya terjadi aktivitas dalam bentuk kesadaran yang muncul berupa perilaku.Akan memberikan andil positif ketika niat yang baik dalam menyandarkan perilaku seseorang kepada sebuah agama.Peran ini membuat para ilmuan sepakat dan bersatu bahwa agama mampu untuk memecahkan problema kehidupan yang dihadapi manusia yang sedang mengalami krisis nilai-nilai peradaban dan nilai moral.Sebagai bentuk konkret akan muncul perilaku pengakuan seseorang dalam memeluk agama.Orang ini memandang bahwa agama yang dianutnya merupakan prinsip kebenaran agama yang utama.Lebih ditekankan lagi berpegang dalam tindakan berdasar kemantapan individu dalam menafsirkan dan meyakini suatu agama yang diikuti.Maka akan dipertahankan sesuai dengan alur kaidah yang menjadi dasar pijakannya.

Menjalar kedalam hal lain dalam hubungannya agama dengan psikologi (tingakah laku) memang memberikan konvergenitas yang tampak.Bagaimana kita hidup didunia ini akan memahami bahwa kita mempunyai aturan-aturan yang mengatur kita dalam kehidupan ini.Kaum deis mengatakan bahwa tuhan menciptakan mesin raksasa dalam dunia ini untuk mengatur kehidupan.Keluar dari pembahasan nampanya ketika kita membahas orang yang tidak memiliki agama nampaknya kita melihat orang tersebut akan bertingkah laku sesuai dengan kehendaknya.Kemudian apabila kita maju satu langkah untuk mengaitkan orang tersebut kedalam keinginannya untuk memiliki agama maka akan terjadi suatu bentuk otoriter.Dalam kata lain pemaksaan yang tentunya membuat orang tersebut menaati aturan-aturan baku yang sudah ditetapkan oleh suatu agama.Menunjukkan suatu ikatan jiwa yang terjadi antara seseorang dengan suatu agama yang dianut.

Kenapa orang-orang timbul perilaku beragama, tentunya ada dasar yang melekat dalam diri manusia.Orang-orang filsafat menganggap sesuatu yang ada harus berdasar pada nilai-nilai rasional dan empirisme.Menurut pandangan saya, ketika saya ingin mencari tuhan saya menggunakan pikiran untuk bekerja cerdas.Saya Berbicara istilah jawanya (Coro bodone) bagaimana saya menganggap tuhan itu ada.Adalah ketika saya berfikir tentang hakikat yang ada.Secara langsung kita dapat melihat Bulan, Bintang, Air, bahkan benda atau sesuatu yang sangat dahsat yang dapat kita jumpai dialam semesta ini.Maka atas dasar itu akan timbul pemikiran, semua itu pasti ada yang merancang dan ada yang merencanakan.Kekuatan yang maha dahsyat yang berada sedahsyat – dahsyatnya diatas sesuatu yang ada.Kalau dalam ilmu filsafat sering orang-orang menyebutnya Causa prima (Tuhan).Tapi semua itu sudah direncanakan bersifat Ghaib atau tidak nampak.Seperti angin ini diciptakan meskipun tidak nampak akan tetapi bisa dirasakan.Ini akan memberikan banyak kritikan dari berbagai pihak ketika pandangan dalam menyikapi hal ini memang berbeda-beda.Tergantung dari cara pandang dan keyakinan persepsi masing-masing.

Kemudian dalam memahami ilmu psikologi maka akan dijadikan bahan analisa.Dalam term yang sering kita dengar, pasti kita tidak asing lagi dengan istilah Psikoanalisa.Berlanjut dan berbicara tentang struktur kepribadian yang diungkapkan oleh Freud adalah id yang mempunyai kesamaan dengan hawa nafsu, ego dengan akal, dan super ego dengan qalbu.Tentang dinamika kepribadian yang diungkapkan oleh Freud, yaitu merupakan integrasi antara ketiga sturktur kepribadian id, ego, dan super ego.

Diterbitkan di: 28 April, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.