Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>http://kemdikbud.go.id

http://kemdikbud.go.id

oleh: erfanmath    
ª
 
Pada awal 2013, di Indonesia mulai dibahas kurikulum terbaru yang diberi nama kurikulum 2013. Padahal tenaga pendidik di lapangan belum tuntas memahami kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pada perkembangannya, KTSP belum secara merata tersebar di bagian bawah (pendidikan daerah) hal ini ditengarai baik guru maupun lembaga pendidikan masih kebingungan salah satunya dalam mengaplikasikan bahan ajar yang akan digunakan. Sebagian guru banyak yang hanya memanfaatkan buku-buku penunjang dari penerbit-penerbit yang memiliki brand besar di Indonesia. Tidak hanya itu, banyak juga guru yang telah membuat konten-konten terbaik menurut keinginannya sendiri dan telah disesuaikan dengan kebutuhan di ppangan khususnya lembaga mereka masing-masing.

Pada kurikulum 2013, pemerintah mengambil alih semua yang berhubungan dengan konten-konten mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD, Sekolah Menengah Pertama (SMP) bahkan Sekolah Menengah Atas (SMA), tetapi Prof. M. Nuh menekankan bukan dalam hal percetakannya yang di ambil alih pemerintah, melainkan hanya dari konten/isi buku ajar yang akan digunakan oleh siswa maupun guru. Buku-buku pelajaran yang akan digunakan sebagai pegangan siswa maupun guru, akan ditulis oleh sebuah tim, yang terdiri dari berbagai orang yang dianggap berkompeten pada bidangnya. "Selain itu nantinya akan ada internal reviewer termasuk Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), dan juga independent reviewer," kata Mendikbud. Hal ini dilakukan untuk memastikan dari segi konten tidak ada masalah atau sesuai dengan kerangka kurikulum 2013 , metode yang digunakan benar, dan urutan materinya tidak ada yang hilang artinya urutan materi yang telah ditetapkan pada kurikulum 2013.

Selain itu, "Yang banyak diprotes kemarin itu kan lembar kerja siswa (LKS)," ujar Prof. M. Nuh. Oleh karena itu dalam kurikulum 2013, buku-buku pelajaran yang digunakan akan sungguh-sungguh dikendalikan dan diawasi. "Sehingga tidak akan ada lagi masalah yang berkaitan dengan moral misalnya pada LKS yang berisikan pemeran film panas Maria Ozawa atau Kisah Bang Maman seperti yang terjadi kemarin," kata Mendikbud menambahkan.

Terkait distribusi buku dalam implementasi Kurikulum 2013 tahun pelajaran mendatang, Mendikbud memastikan tidak akan ada pungutan kepada sekolah. "Pemenang tender pencetakan buku nantinya bertanggungjawab mengirim buku-buku itu sampai ke sekolah, bukan sampai ke dinas," ujar Menteri Nuh. Selain itu karena sekolah tempat implementasi kurikulum 2013 sudah ditentukan dengan disertai data jumlah siswa, seharusnya tidak akan terjadi salah kirim dan salah jumlah, ujar Mendikbud.

Diterbitkan di: 20 Maret, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.