Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Riwayat Hidup Beberapa Mufassir & Tafsirnya

Riwayat Hidup Beberapa Mufassir & Tafsirnya

oleh: AL_Bersaudara    
ª
 
1. Ibn Abbas ra Beliau adalah Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf. Dilahirkan tiga tahun sebelum hijrah di Syi’b. Wafat di Thaif pada 68 H menurut jumhur ulama. Ibn Abbas terkenal dengan julukan Turjumanul Qur’an, Habrul Ummah & Ra’isul Mufassirin. Umar ra sangat menghormati & mempercayai tafsir-tafsirnya. Pada beberapa bagian tafsirnya, terkadang mengutip dari Ahli kitab keterangan-keterangan yang sesuai dengan Al-Qur’an, namun jumlahnya amatlah terbatas. Ibn Abbas, dalam memahami makna lafadz Al-Qur’an banyak merujuk pada syair Arab, karena pengetahuannya yang sangat tinggi tentang bahasa Arab & sasra Arab.

Riwayat dari ibn Abbas mengenai tafsrnya tidak terhitung banyaknya, yang baik diantaranya : (1) Melalui Mu’awiyah bin Salih dari ‘Ali bin Abi Thalhah dari Ibn Abbas. Inilah yang paling baik. (2) Melalui Qais bin Muslim Al-Kufi dari ‘Ata’ bin As-Sa’ib dari Sa’id bin Jubair dari Ibn Abbas. Ini juga shahih menurut syarat syaikhain. (3) Melalui Ibn Ishaq dari Muhammad bin Muhammad dari ‘Ikrimah atau Sa’id bin Jubair dari Ibn Abbas. Periwayatan ini jayyid & isnadnya hasan, baik.
2. Mujahid Beliau adalah Mujahid bin Jabir Al-Makki Abul Hajjaj Al-Makhzumi Al-Muqri’. Dilahirkan pada 21 H & wafat pada 102 H atau 103 H atau 104 H. Beliau adalah murid Ibn Abbas & beliau merupakan pemimpin atau tokoh utama mufassir generasi tabi’in. Namun periwayatannya lebih sedikit dibanding tabi’in lain. Menurut Imam Taqiyuddin An-Nabhani, Mujahid selalu bertanya kepada ahli kitab dan karena aspek inilah sebagian ulama berhati-hati dalam mengambil perkataannya walaupun mereka bersepakat terhadap kebenarannya. Sebagai contoh Imam Bukhari & Imam Syafi’i berpegang pada tafsirnya.
3. At-Tabari Beliau adalah Muhammad bin Jarir bin Yazid bin Khalid bin Kasir Abu Ja’far At-Tabariat-Tabari. Dilahirkan di Bagdad 224 H & wafat di Bagdad 310 H. Kitab tafsirnya Jami’ul Bayan fi Tafsirul Qur’an, merupakan tafsir paling besar & utama serta menjadi rujukan penting bagi mufassir bil ma’sur. Tafsirnya terdiri dari 30 jilid & merupakan tafsir paling tua yang sampai kepada kita secara lengkap.
Metode penafsirannya adalah dengan memaparkan berbagai pendapat dengan sanad yang lengkap & mengkonfrontirkannya lalu mentarjihnya. Beliau juga menerangkan aspek i’rab jika perlu. Ibn Jarir menaruh perhatian besar terhadap qira’at, beliau juga meriwayatkan kisah Isra’illiyat yang disusul dengan pembahasan & kritikan. Ibn Jarir berpedoman pada riwayat-riwayat shahih, syair-syair Arab kuno, ilmu nahwu & berpijak pada penggunaan bahasa Arab yang telah dikenal luas.
4. Ibn Katsir Beliau adalah Isma’il bin ‘Amr Al-Quraysi bin Kasir Al-Basri Ad-Dimasyqi ‘Imaduddin Abul Fida’ Al-Hafidz Al-Muhaddis Asy-Syafi’i. Dilahirkan pada 705 H & wafat 774 H. Ia adalah murid Ibn Taimiyah. Kitab tafsirnya adalah Tafsirul Qur’anil ‘Azim, merupakan kitab tafsir bil ma’sur kedua terbaik, terdiri dari empat jilid berukuran besar. Sekarang terdapat ringkasannya yang dibuat oleh M. Nasib Ar-Rifa’i.
Ciri khas & keistimewaannya adalah perhatiannya yang cukup besar terhadap metode tafsir Qur’an dengan Qur’an. Tafsirnya paling banyak memaparkan ayat-ayat yang bersesuaian maknanya, diikuti dengan hadits-hadits marfu’ yang relevan serta menjelaskan apa yang menjadi hujjah dari ayat tersebut. Kemudian diikuti pula dengan asar shahabat, pendapat tabi’in & ulama sesudahnya. Juga memuat peringatan akan riwayat Isra’illiyat munkar yang terdapat dalam tafsir bil ma’sur. Pada pengungkapan berbagai pendapat ulama tentang hukum fiqih yang kadang-kadang disertai pendiskusian atas mazhab & dalil yang dikemukakan masing-masing.
5. Ar-Razi Beliau adalah Muhammad bin Umar bin Hasan At-Tamimi Al-Bakri At-Tabaristani Ar-Razi Fakhruddin, terkenal dengan Ibnul Khatib Asy-Syafi’i Al-Faqih. Dilahirkan di Ray 543 H & wafat di Harah 606 H. Kitab tafsir besarnya adalah Mafatihul Gaib yang merupakan kitab tafsir bir ra’yi yang terdiri dari delapan jilid besar. Namun tidak sempat terselesaikan & dilanjutkan oleh beberapa orang. Sekalipun demikian, pembaca tafsir ini tidak akan mendapatkan perbedaan metoda & alur pembahasan dalam penulisannya.
Tafsir ini menjadi eksiklopodia ilmiah tentang ilmu kalam, kosmologi & fisika sehingga ia kehilangan relevansinya sebagai tafsir Al-Qur’an. Oleh karena itu tafsir ini tidak memiliki ruhiyah tafsir & hidayah Islam. Sampai-sampai sebagian ulama mengatakan bahwa didalamnya terdapat segala sesuatu selain tafsir itu sendiri.
6. Az-Zamakhsyari Beliau adalah Abul Qasim Mahmud bin Umar Al-Khawarizmi Az-Zamakhsyari. Dilahirkan di Zamakhsyar 27 Rajab 467 H & wafat di Jurjaniah Khawarizm 538 H. Kitab tafsirnya Al-Kasysyaf ‘an Haqa’iqi Gawamidit Tanzil wa ‘Uyunil Aqawil fi Wujuhit Ta’wil. Ini merupakan kitab tafsir bir ra’yi paling masyhur & dipakai banyak ulama.
Az-Zamakhsyari adalah ulama genius yang sangat ahli dalam ilmu nahwu, bahasa, sasra & tafsir. Ia penganut paham Mu’tazilah & bermazhab Hanafi. Ia mampu mengungkapkan isyarat yang jauh dalam makna ayat untuk membela kaum Mu’tazilah & menyanggah lawannya. Namun ia berjasa dari aspek kebahasaan, ia telah menyingkap keindahan Al-Qur’an & daya tarik balagahnya. Karenanya ia menjadi rujukan kebahasaan. Oleh karena itu, kitab tafsirnya akan sangat berbahaya jika dibaca oleh orang yang kurang kuat aqidahnya, namun sangat bermanfa’at bagi orang yang tetap berpegang pada aqidah yang benar.
7. Asy-Syaukani Beliau adalah Qadi Muhammad bin Ali bin Abdullah Asy-Syaukani As-San’ani. Dilahirkan di Syaukan 1173 H & wafat 1250 H. Kitab tafsirnya Fathul Qadir. Ia awalnya bermazhab Zaidi namun akhirnya menjadi seorang mujtahid mutlak.
Asy-Syaukani merupakan ahli ilmu nahwu, saraf & balagah serta menguasai ilmu ushul & tata cara meneliti & berdebat. Tafsirnya menggabungkan antara riwayat dengan istinbat & penalaran atas nash ayat. Beliau banyak bersandar pada An-Nahhas, Ibn ‘Atiyah & Al-Qurtubi.
Diterbitkan di: 14 Oktober, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.