Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Belis(perkawinan adat floresNTT)Wajib dibuat

Belis(perkawinan adat floresNTT)Wajib dibuat

oleh: MarianusHilariusGoa     Pengarang : rian goa
ª
 

Berbicaramengenai belis tidak terlepas dari suatu sistim budaya yang berkaitan dengan adat istiadat dalam suatu perkawinan. Perkawinan merupakan suatu moment penting dalam kehidupan manusia. Bagi masyarakat Sikka-Krowe, perkawinan merupakan suatu dorongan dasar untuk melanjutkan keturunan. Perkawinan merupakan wujud dorongan biologis yang realisasinya diatur sedemikian rupa dan ditradisikan turun temurun dalam adat istiadat masyarakat setempat seperti masyarakat NTT. Umumnya, dimana suatu perkawinan harus didahului dengan membayar belis, seperti yang terjadi di Maumere pada suku Sikka Krowe khusus nya.[1]

Yangmenjadi masalah pokok disini adalah belis itu sendiri yang dalam bahasa daerahnya disebut lin welin. Urusan perkawinan antara pria dan wanita merupakan pertalian yang tidak dapat dipisahkan. Hubungan yang menyatu itu terlukis dalam ungkapan adatnya: ea daa ribang nopok, tinu daa koli tokar (pertalian kekerabatan antara ke dua belah pihak akan berlangsung terus menerus dengan saling memberi dan menerima sampai turun temurun.) Norma-norma yang mengatur perkawinan ini dalam bahasa hukum adat disebut: naruk dua - moang dan kleteng latar, memiliki nilai budaya yang tinggi. Dapat dilihat dalam ungkapan adat berikut:

Dua nahanora ling

Dua naha nora weling

Loning dua utang ling labu weling

Dadi ata lai naha leto woter

Artinya: setiap wanita mempunyai nilai, punyai harga, sedangkan sarung dan bajunya juga mempunyai nilai dan harga, sehingga setiap lelaki harus membayar.

Ina ata dulak bua

Ama ata lorang gae

Ina benu beli bahar

Ama hokot uma kare tua

Artinya:

Ibulah yang memelihara dan membesarkannya

Ayah yang menjaga dan mendewasakannya

Ibu pulah yang memberikan perhiasan

Ayah yang mencari nafkah

Ungkapan ini memberi keyakinan bahwa martabat wanita sangat dihargai. Oleh
karena itu maka pihak klen ata lai (penerima wanita) harus membayar sejumlah belis kepada klen ata dua (pemberi wanita). Dengan proses ini maka perkawinan sudah dianggap syah.


/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";} /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";}
Diterbitkan di: 05 Oktober, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.