Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Kembali Pada Praktek Akuntansi Syariah

Kembali Pada Praktek Akuntansi Syariah

oleh: Rinji     Pengarang : Siti Murtiyani
ª
 
Ilmu ekonomi yang kita kenal sebelumnya adalah salah satu cabang ilmu sosial yang sangat kuantitatif, struktur ekonomi dapat dilukiskan sebagai lima struktural yaitu filsafat dasar, prinsip-prinsip aksiomatik, teori matematik, kebijakan dan instrumen (Armahedi Mahzar, 2005). Banyak orang mempertanyakan kembali dasar-dasar filosofis ilmu ekonomi yang diduga merupakan sumber kelemahan ekonomi modern, sebab pandangan filosofis dasar ekonomi bersifat materialistik oleh karena menekankan teorinya kepada uang dan kapital, serta adanya pemisahan sains dan ekonomi dari ilmu-ilmu keagamaan, khususnya Agama Islam.

Epistimologi dasar Ilmu ekonomi barat lebih mementingkan rasionalisme, konsumen-konsumen dalam teori ekonomi adalah orang yang berpikir rasional untuk belanja semurah-murahnya, sedangkan produsen-produsen berusaha secara rasional menekan biaya produksi untuk mendapatkan laba sebesar-besarnya. Ilmu ekonomi juga menekankan empirisme dengan melakukan pengamatan statistik pada pasar untuk menguji kebenaran teori ekonominya. Pada akhirnya ilmu ekonomi mencoba mereduksi gejala pasar menjadi perilaku individualistik para konsumen.


Ekonomi Islam menekankan kepada dimensi-dimensi ‘ubudiyah dan mu’amalah, dua aspek yang saling tegak lurus dan saling melengkapi satu sama lainnya. Dimensi ‘ubudiyah yaitu mengatur tata cara dan upacara hubungan langsung antara manusia dengan Allah SWT, yang kaidahnya ditentukan dalam Al-Qur’an, diperinci dan dijelaskan dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Dimensi mu’amalah mengatur hubungan manusia lain dan benda dalam masyarakat, seperti: jual beli, utang piutang, kewarisan, perkawinan dan lain-lain. Pengaturan lebih lanjut menurut ruang dan waktu berdasarkan Al-Qur’an dan Sunah Nabi (H.M. Daud Ali, 1983). Sedangkan tujuan ekonomi Islam adalah keadilan berupa hubungan harmonis yang komplementer diantara berbagai sektor. Ekonomi Islam mencegah ketimpangan-ketimpangan melalui aktifitas seperti musyarakah, mudharabah, yang tidak mengenal riba yang memisahkan sektor moneter dari sektor riil, dalam implikasi ekonomi Islam difokuskan kepada peraturan yang menekankan pada penghapusan suku bunga dalam sistem keuangannya (Kursid Ahmad, 2000; Chapra, 1985; dan Siddiqi, 1982). Aktifitas lain yang mendukung ekonomi yang berkeadilan tersebut adalah aktifitas sosial dalam masyarakat yaitu pengumpulan zakat, infaq dan shodaqoh serta pendistribusiannya kepada pihak-pihak yeng berkepentingan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku.

Diterbitkan di: 10 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. sony warsono

    Agama

    Update info buku yang relevan dg topik bahasan Akuntansi Syariah: Al-Qur'an & Akuntansi: Menggugah pikiran Mengetuk relung qalbu (2012). Di buku tersebut juga disajikan bukti bahwa sistem pencatatan berpasangan berlandas QS. Al-Baqarah [2]: 282.

    0 Nilai 17 Agustus 2012
X

.