Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Buku>Referensi>Cerita Pendek Legenda Gunung Tangkuban Perahu

Cerita Pendek Legenda Gunung Tangkuban Perahu

oleh: nisaaulia     Pengarang : Yudhistira Ikranegara
ª
 
Sangkuriang Sakti
Prabu Galuga adalah Raja yang suka berburu. Biasanya ia ditemani seekor anjing istana jelmaan Dewa. Pada suatu hari Baginda berburu ke hutan dengan serombongan pengawal. Tapi hampir seharian anak paahnya selalu meleset tak pernah mengenai sasaran."Ada apa ini? kenapa anak panahku tak pernah mengenai sasaran?"Sang Prabu bertanya heran dalam hatinya.
Sang Prabu kesal sekali karena tak dapat hewan buruan. Suatu ketika ia pergi ke semak belukar disana dia membuang air kecil yang ditahannya sejak tadi. Air seni Prabu Galuga tersisa dan menggenang di cekungan tempurung kelapa yang tergeletak di bawah rerimbunan. Di hutan itu ada seekor Babi hutan jelmaan bidadari yang harus menjalani hukuman di dunia.Babi hutan itu bernama Celeng Wayungyang.
Saat itu musim kemarau yang panas. Setelah baginda dan rombongannya meninggalkan tempat itu, datanglah celeng Wayungyang yang merasa kehausan. Ia menjilati air seni Baginda yang ada di cekungan tempurung kelapa. Atas kehendak yang Maha Kuasa , babi betina itu Hamil. Sembilan bulan kemudian Babi itu melahirkan seorang bayi perempuan. Pada saat itu Prabu Galuga kebetulan tengah berburu pula di tempat yang sama seperti sembilan bulan yang lalu.
Prabu Galuga merasa heran mendengar tangisan bayi di tengah hutan. Semakin lama tangis bayi itu semakin keras. Prabu Galuga seperti ditarik kekuatan Gaib, sepasang kakinya melangkah kearah sang bayi. Tentu saja Celeng Wayungyang ketakutan dan segera melarikan diri.
"Hah?seorang bayi?" pekik sang prabu saat mengetahui ada sosok bayi tergeletak di rerumputan. Prabu Galuga segera menggendong Bayi itu dan Membawanya ke istana. Bayi itu diberi nama Dayang Sumbi.
Tujuh belas tahun berlalu Dayang sumbi telah tumbuh menjadi gadis yang sangat canti. Kecantikannya terkenal sampai ke negeri sebrang berpuluh-puluh pemudapun melamar dan berusaha memenangkan hatinya berdatangan tanpa henti namun tak satupun dari mereka diterimanya,Dayang Sumbi tetap tidak mau menikah.
Prabu Galuga murka sehingga mengasingkan Dayang Sumbi ketengah hutan. Dayang Sumbi hanya ditemani oleh Anjing peliharaan titisan Dewa bernama si Tumang. Pekerjaan sehari-harinya hanya menenun kain hingga pada suatu hari salah satu tongkat tenunnya jatuh ke danau karena merasa malas mengambilnya sendiri ia mengucapkan kata-kata "Barangsiapa yang mengambilkan tongkat tenunku bila dia perempuan akan kujadikan Saudara dan bila dia seorang Pria dia akan kujadikan suami". Tak disangka ternyata datang si Tumang membawa tongkat tenun tersebut Dayang Sumbipun terkejut. Dayang Sumbi hendak mengingkari ucapannya namun karena si Tumang titisan Dewa dia mengerti apa yang di ucapkan Dayang Sumbi dan meminta ia menempati ucapannya. Dengan terpaksa Dayang Sumbi bersuamikan seekor anjing titsan dewa.
Hari-hari berlalu dayang Sumbi dikaruniai seorang anak Laki-laki yang tampan dan dibeinya nama Sangkuriang. Sangkuriang kecil sudah pandai berburu dan selalu ditemani si Tumang tanpa menyadari bahwa si Tumang itu adalah ayahnya. Suatu ketika Sangkuriang berburu namun hari itu anak panahnya selalu gagal sampai akhirnya Sangkuriang kesal dan membidikkan panahnya pada si Tumang, si Tumangpun ambruk. Oleh Sangkuriang si Tumang di sembelih dan dibawa pulang bagian daging dan hatinya untuk dimasak oleh ibunya. Setelah memakan habis daging itu Dayang Sumbi mencari si Tumang namun Sangkuriang berterus terang bahwa daging yang dimakannya itulah si Tumang. Dayang Sumbi terperangah dan marah dipukulnya Sangkuriang dengan entong dan mengusir anaknya tersebut.Luka dikepalanyapun membekas sampai dia besar.
Sangkuriang tumbuh menjadi pemuda tampan dan gagah dan selama pengembaraannya itu dia banyak berguru hingga menjadikannya pemuda yang sakti.
Suatu ketika Sangkuriang mengembara dan bertemu seorang gadis dan kemudian dijadikan kekasihnya. Saat bercengkrama tanpa sengaja gadis itu melihat luka di kepala Sangkuriang dan dia sangat terkejut. Gadis itu rupanya Dayang sumbi yang awet muda karena titisan bidadari. Dayang sumbi mengenali sangkuriang sebagai anaknya dari luka tersebut. Sangkuriang ingin menikahi Dayang Sumbi namun Dalam hati Dayang Sumbi tidak mungkin dia menikahi anaknya sendiri.Untuk menghindari Sangkuriang dayang sumbi mengajukan syarat yaitu ingin dibuatkan telaga dan perahu dalam satu malam kalau Sangkuriang sanggup barulah ia akan menerima pinangan Sangkuriang. Dengan kesaktiannya sangkuriang menyanggupi namun dayang sumbi punya muslihat lain saat tengah malam dia membunyikan lesung sehingga ayam berkokok dan sangkuriang menghentikan pekerjaannya karena menyangka sudah pagi. Saat mengetahui muslihat Dayang Sumbi Sangkuriang Murka danmenendang perahu yang dibuatnya sehingga terbalik dan menjadi sebuah gunung yang bernama Gunung Tangkuban Perahu. Sangkuriangpun mengejar Dayang Sumbi namun Dayang Sumbi lenyap entah kemana
Diterbitkan di: 25 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    siapa nama pengarang nya Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    katanya pendek masa segini pendek ?? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    maksud nya 07 Januari 2014
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.